Perihal kartu tani, Deddy mengungkapkan, untuk tercapainya ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, Ia sangat mendukung diterbitkannya kartu tersebut karena pendistribusian pupuk bersubsidi bagi petani dapat terawasi dan tepat sasaran. “Terima kasih kepada seluruh petugas, penyuluh dan Bank Mandiri yang telah mendata dan menyalurkan kartu tani bagi seluruh petani di Jabar,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Deddy, asuransi pertanian yang diberikan pemerintah merupakan salah satu upaya memperkecil resiko karena ketika petani mengalami gagal panen maka petani akan mendapat ganti rugi. “Jadi nanti petani akan tetap memiliki modal kerja untuk menjamin keberlangsungan usaha pertaniannya,” katanya.
Sejak program asuransi pertanian digulirkan pada tahun 2015 lalu, Provinsi Jawa Barat telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian sebagai Provinsi berprestasi tertinggi dalam realisasi pemanfaatan program asuransi usaha tani padi. Untuk itu Deddy menekankan agar kedepannya kerjasama dan koordinasi antara petugas lapangan dengan Jasindo lebih ditingkatkan untuk memberikan kesadaran petani akan besarnya manfaat asuransi pertanian ini termasuk asuransi usaha ternak sapi.
Baca Juga:Tinjau Banjir Pangandaran, Demiz: Bentuk Relawan Mitigasi Tiap KecamatanDua Balon Kuwu Karangwangun Gagal Nyalon, Karena..?
Sebelumnya Deddy bersama Bupati Ciamis dan ketiga Menteri melakukan panen raya padi di Desa Kertaharja, Panumbangan. (hms/rls)
