Ia menyatakan, inovasi ini merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya sepuluh Lapas di Jawa Barat sebagai lapas industri. Program tersebut kini sudah memasuki tahapan kerja sama dengan pihak industri.
“Ada 10 lapas yang menjadi lapas industri. Lapas-lapas tersebut tengah dalam proses kerjasama dengan industri, khusus untuk lapas Cikarang nantinya akan membuat keterampilan pembuatan plastik inject, dalam rangka memenuhi tempat makan warga binaan. April ini berjalan, sekarang tinggal pemasangannya,” katanya.
Diungkapkan Susy, seluruh proses produksi akan dilakukan oleh para warga binaan. Diharapkan, mereka dapat memeroleh keterampilan serta penghasilan meski tengah menjalani masa hukuman.
Baca Juga:CCAI Resmikan Teknologi ASSP Kedua di DuniaKroscek Pembebasan Lahan TPA, DPRD Kab Cirebon Sidak Ke Karang Wareng
“Penjualan dan pembuatan plastik tersebut, nantinya akan ada premi bagi warga binaan dan otomatis negara juga mendapat penghasilan sebagai peneriman negara bukan pajak,” ucap Susy.
Selain Lapas Kelas III Cikarang-Bekasi, terdapat sembilan lapas lainnya yang dijadikan lapas industri, diantaranya Lapas Warungkiara Sukabumi yang bergerak di bidang peternakan, Lapas Gunungsindur Bogor (perikanan), Lapas Sukamiskin Bandung (percetakan), dan Lapas Cirebon (tekstil).
Meskipun demikian, diakui Susy, Lapas industri tersebut masih minim fasilitas. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama dengan pelaku industri serta pemerintah daerah sebagai fasilitator. “Ada peran pemerintah daerah untuk memfasilitasi kerjasama nanti,” pungkasnya. (fjr)
