Pengalaman Pahit Istri TKI Asal Cirebon Dengan Bea Cukai Dan DHL

Pengalaman Pahit Istri TKI Asal Cirebon Dengan Bea Cukai Dan DHL
0 Komentar

Menyikapi hal ini, Ketua Laskar Indonesia Koko Ali Permana mengaku prihatin karena masyarakat awam tak banyak tahu soal regulasi pengiriman barang dari luar negeri dan tarif bea cukai. Banyak pula masyarakat yang menjadi korban penipuan akibat ulah pihak yang tak bertanggung jawab. “Harusnya ada sosialisasi yang rinci kepada masyarakat sehingga tidak kaget saat harus membayar sejumlah tagihan yang memang jumlahnya fantastis,” ungkap Koko.

Ia juga berharap, regulasi tentang pajak bea cukai pengiriman paket juga dapat direvisi oleh pemerintah, sehingga masyarakat sebagai konsuemen dapat nyaman menerima paket dari keluarga mereka yang bekerja sebagai TKI atau TKW. “Minimal pihak jasa pengiriman bisa menginformasikan biaya-biaya lainnya, dan memberi tahu barang apa saja yang pajaknya mahal, atau barang apa saja yang tidak kena pajak, dan itu sudah diketahui penerima sebelum barang dikirimkan. Jadi penerima barang di tanah air bisa prepare kan kalau sudah tahu estimasi harganya. Nah ini PR jasa pengiriman paket dan bea cukai juga agar lebih transparan,” ulasnya. Salah seorang netizen, juga mengaku kecewa dengan pelayanan dan tarif selangit yang dibebankan kepada dirinya selaku importir (penerima barang – red) dengan menggunakan jasa pengiriman paket DHL. Ia pun menuliskan kisah pahitnya melalui website innovamei.com. Silahkan baca dengan seksama ulasan ini: ngobrol impor barang dari luar negeri. (jay/lni)

Berikut dokumen yang dikirim DHL ke email redaksi jabarpublisher.com :

Pengalaman Pahit Istri TKI Asal Cirebon Dengan Bea Cukai Dan DHL Pengalaman Pahit Istri TKI Asal Cirebon Dengan Bea Cukai Dan DHL Pengalaman Pahit Istri TKI Asal Cirebon Dengan Bea Cukai Dan DHL Pengalaman Pahit Istri TKI Asal Cirebon Dengan Bea Cukai Dan DHL

0 Komentar