Kadis DBMP Karawang ini juga menyebutkan, pihaknya sudah tahu titik-titik rawan yang selama ini memang selalu ada bencana. Nah, bagaimana memberitahukan dan melatih masyarakatnya bersama komunitas agar sebelum terjadi bencana harus mengungsi dulu. Misalkan hujan besar seperti di daerah longsor, saat sudah terjadi dua jam hujan, penduduk di wilayah tersebut harus sudah mengungsi. “Jadi korban bisa dihindari, ya syukur kalau tidak terjadi bencana. Jadi penguatan masyarakat juga sangat penting,” paparnya.
Terkait banjir yang melanda wilayah Karawang akhir-akhir ini, Acep Jamhuri menyebutkan hal itu terjadi karena saluran buangan tidak sebanding dengan debit air yang masuk secara bersamaan. “Pembuangannya tidak sebanding. Kalau mau dibenahi secara global, jelas membutuhkan biaya yang besar. Tapi dari pengamatan kami, banjir yang menggenangi Karawang relatif lebih cepat surutnya,” ulas Ajam. (jay/bay/adv)
