JAKARTA — Komitmen pemerintah dalam merombak wajah pendidikan nasional terus menunjukkan hasil yang signifikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat telah berhasil merevitalisasi sekaligus membangun sebanyak 55.451 satuan pendidikan di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2025 hingga 20 Oktober 2026.
Langkah masif ini menjadi bagian dari agenda strategis dua tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memperkuat sarana prasarana sekolah sekaligus pemerataan kualitas pendidikan hingga ke pelosok negeri. Program perbaikan ini tidak hanya menyasar renovasi fisik gedung sekolah yang rusak, tetapi juga mencakup pembangunan fasilitas pendidikan baru serta pemulihan infrastruktur sekolah yang terdampak bencana alam.
Secara rinci, khusus pada tahun anggaran 2026, program revitalisasi sekolah berhasil menjangkau 39.284 satuan pendidikan. Angka ini melonjak tajam melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 31.744 sekolah, atau mencatatkan tingkat realisasi fantastis sebesar 123,75 persen hingga pertengahan Oktober 2026.
Baca Juga:Pabrik Mebel di Plered Cirebon Terbakar Hebat, Kerugian Diperkirakan Tembus Rp750 JutaPersempit Peredaran Rokok Tanpa Cukai, Tim Gabungan Sita 12.000 Batang di Wilayah Babakan dan Gebang
Selain perbaikan fisik, pelaksanaan program ini memberikan dampak multiplier bagi roda perekonomian lokal karena menerapkan skema kerja swakelola. Pendekatan tersebut berhasil melibatkan lebih dari 58.000 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyerap tak kurang dari 238.000 tenaga kerja lokal di berbagai daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pencapaian fisik dan realisasi anggaran ini merupakan batu pijakan awal untuk mentransformasi mutu pendidikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan bermutu bagi semua. Angka-angka capaian yang kita raih hari ini bukanlah hasil akhir, melainkan parameter dan tolok ukur bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Abdul Mu’ti dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Sejajar dengan pembenahan infrastruktur sekolah, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kesejahteraan dan pemanfaatan teknologi bagi tenaga pendidik. Kemendikdasmen mendorong perluasan digitalisasi pembelajaran, penguatan kompetensi guru, hingga kepastian alokasi kenaikan tunjangan bagi para guru—termasuk pendidik non-ASN—guna memastikan kualitas proses belajar-mengajar berjalan beriringan dengan perbaikan sarana fisik. (dbs/red)
