Pasca-Insiden Dugaan Keracunan Menu MBG, KBM di Kota Cirebon Kembali Pulih: PGRI Desak Evaluasi

Pasca-Insiden Dugaan Keracunan Menu MBG, KBM di Kota Cirebon Kembali Pulih: PGRI Desak Evaluasi
PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto (batik PGRI) didampingi pengurus dan Plt Kepala Dinas Pendidikan, Handi Sogiyanto menyerahkan bantuan bentuk tali kasih kepada salah satu guru SDN Kalijaga Permai Kota Cirebon, Senin (26/10/2026)
0 Komentar

CIREBON — Suasana keceriaan dan dinamika pembelajaran perlahan kembali mewarnai ruang-ruang kelas di sejumlah sekolah dasar dan taman kanak-kanak di Kota Cirebon. Setelah sempat terhenti akibat kejadian luar biasa berupa dugaan keracunan massal seusai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kini dipastikan telah berjalan normal kembali per Senin (26/10/2026).

Sejumlah satuan pendidikan yang berada di kawasan Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon—termasuk SDN Taman Kalijaga Permai dan SDN Kalijaga Permai—mulai beraktivitas seperti sediakala. Para tenaga pendidik, staf kependidikan, hingga ratusan murid yang sebelumnya terpaksa menjalani perawatan intensif di rumah sakit maupun rawat jalan, sebagian besar telah dinyatakan sembuh dan kembali menyapa bangku sekolah.

Rasa syukur atas pulihnya ritme persekolahan ini disampaikan oleh berbagai pihak, mulai dari jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon hingga pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon yang turun langsung menyatukan kondisi di lapangan.

Baca Juga:Perkuat Kualitas Demokrasi Daerah, Komisi I DPRD Kota Cirebon dan Bawaslu Sepakat Jalin Sinergi StrategisSapu Bersih Proyek Molor, DPUTR Kabupaten Cirebon Gebrak Lelang Dini Januari 2027 dan Luncurkan Inovasi SATRIA

Sebagai bentuk empati dan solidaritas kelembagaan, pengurus PGRI Kota Cirebon mendatangi sejumlah sekolah terdampak untuk menyerahkan bantuan tali kasih serta memberikan penanganan trauma (trauma healing) pascainsiden keracunan tersebut.

“Hari ini kami bersilaturahmi ke sekolah-sekolah yang terdampak dugaan keracunan untuk melihat kondisi atau kegiatan sekolah sekaligus memberikan tali kasih untuk pemulihan pasca (dugaan) keracunan MBG kepada semua guru korban,” ujar Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto, saat meninjau langsung situasi di SDN Kalijaga Permai, Senin (26/10/2026).

Eka memberkan bahwa berdasarkan pendataan awal hingga Senin pagi, tercatat sebanyak 35 orang pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi korban dalam peristiwa naas tersebut.

“Alhamdulillah dari 35 orang itu semuanya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, meski masih ada beberapa rekan guru yang kondisi fisiknya lemas sehingga belum bisa beraktivitas penuh. Namun secara umum pemulihan berjalan sangat baik,” tambahnya.

Meski KBM telah pulih, peristiwa ini masih menyisakan evaluasi mendasar terkait tata kelola dan keterlibatan guru dalam pelaksanaan program MBG. Eka mengungkapkan bahwa organisasi profesi PGRI telah melayangkan surat resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Pengurus Besar (PB) PGRI. Surat tersebut menguraikan empat poin krusial yang menuntut perhatian serius pemerintah pusat.

0 Komentar