Pria 60 Tahun Tewas Tertemper Kereta Api di Mundu Cirebon, Polisi Lakukan Evakuasi

Pria 60 Tahun Tewas Tertemper Kereta Api di Mundu Cirebon, Polisi Lakukan Evakuasi
Seorang pria berinisial W (60), yang tercatat sebagai warga Kecamatan Mundu, tewas seketika setelah tertemper rangkaian kereta api, Jumat (16/10/2026)
0 Komentar

CIREBON — Pagi yang tenang di kawasan pesisir Cirebon mendadak dikejutkan oleh insiden tragis yang merenggut nyawa seorang warga lanjut usia. Seorang pria berinisial W (60), yang tercatat sebagai warga Kecamatan Mundu, tewas seketika setelah tertemper rangkaian kereta api yang melintas di jalur rel wilayah setempat pada Jumat pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi tepatnya di Kilometer (KM) 216, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden ini bermula ketika kesibukan pagi di jalur rel seketika berubah mencekam setelah laporan dari petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) diterima oleh pihak kepolisian setempat.

Saksi mata di lokasi, Rudi (56) yang merupakan petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) PT KAI, tengah menjalankan tugas rutinnya ketika mendapat laporan adanya insiden penabrakan di jalur rel tersebut. Tanpa buang waktu, saksi segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan pengecekan awal guna memastikan situasi serta melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian perkara (TKP).

Baca Juga:Pembangunan KNMP Citemu Resmi Dimulai, Perkuat Infrastruktur Modern untuk Kesejahteraan NelayanPria Asal Banjarnegara Ditemukan Meninggal Dunia Tersungkur di Rest Area Tol Palikanci

Kapolsek Mundu, IPTU Usep Winta, S.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa maut tersebut. Ia menyatakan bahwa jajaran personel Polsek Mundu bersama unit terkait dari Polres Cirebon Kota langsung bergerak cepat menuju lokasi begitu menerima laporan masyarakat.

“Personel kami segera mendatangkan tim ke TKP untuk melakukan olah tempat kejadian, berkoordinasi secara intensif dengan pihak PT KAI, serta mendata dan mengidentifikasi korban guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar IPTU Usep Winta.

Setelah proses olah tempat kejadian perkara rampung dan situasi dinyatakan aman, aparat gabungan segera melakukan evakuasi terhadap jasad korban. Jenazah W kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Gunung Jati (RSGJ) Cirebon untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan serta proses penyerahan kepada pihak keluarga.

Di balik insiden duka ini, peristiwa tersebut kembali membuka mata publik mengenai urgensi kesadaran keselamatan di jalur kereta api. Jalur rel bukanlah ruang publik atau tempat yang aman untuk beraktivitas, mengingat laju kereta api yang tinggi dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang.

0 Komentar