Dokter Spesialis Sampaikan Keluhan ke DPRD, Minta Benahi Persoalan RSD Gunungjati

Dokter Spesialis Sampaikan Keluhan ke DPRD, Minta Benahi Persoalan RSD Gunungjati
Pertemuan Komisi III DPRD Kota Cirebon bersama perwakilan dokter spesialis RSD Gunung Jati di Ruang Rapat Serbaguna 3 DPRD Kota Cirebon, Rabu (14/10/2026).
0 Komentar

CIREBON – Komisi III DPRD Kota Cirebon meminta Pemerintah Kota Cirebon segera mengambil langkah konkret untuk membenahi persoalan internal di RSD Gunung Jati. Sejumlah kendala disampaikan para dokter spesialis, mulai dari ketersediaan obat hingga pemeliharaan dan sterilisasi alat medis, dinilai berpengaruh terhadap pelayanan pasien.

Persoalan tersebut dibahas dalam pertemuan Komisi III DPRD Kota Cirebon bersama perwakilan dokter spesialis RSD Gunung Jati di Ruang Rapat Serbaguna 3 DPRD Kota Cirebon, Rabu (14/10/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) Komisi III untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kondisi rumah sakit.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd mengatakan, hasil pertemuan dengan para dokter spesialis ini menunjukkan adanya persoalan yang berdampak pada pelaksanaan pelayanan. Menurutnya, tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien harus mendapat dukungan dari sistem pengelolaan rumah sakit yang berjalan dengan baik.

Baca Juga:Akses Antardesa Mulai Mulus, Perbaikan Jalan Kalirahayu–Tawangsari Sepanjang 633 Meter Dikebut Tahun IniMediasi Buntu, Perawat di Cirebon Minta Dokter TO Diproses Hukum

“Padahal ini kan kerja tim, sistem yang harus bekerja. Ketika kemudian pelaksana sistem yang terutama berhadapan langsung dengan pasien tidak antusias atau bahkan mengeluh, ini akan jadi bom waktu,” ujar Yusuf.

Salah satu persoalan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan pemeliharaan dan sterilisasi alat medis. Yusuf menyebut, seorang dokter mengaku tidak melakukan operasi selama sekitar satu bulan karena pemeliharaan dan sterilisasi alat belum dilakukan. Selain itu, ketersediaan obat juga menjadi perhatian karena sejumlah obat yang seharusnya tersedia di rumah sakit dilaporkan tidak selalu ada.

“Ketersediaan obat juga belum stabil. Padahal, obat-obatan yang wajib tersedia seharusnya tidak boleh sampai kosong. Apalagi ini rumah sakit rujukan daerah, masa pasien harus kembali lagi ke puskesmas,” ujar Yusuf.

Ia menegaskan, persoalan tersebut harus segera ditangani agar masyarakat tidak dirugikan kendala internal rumah sakit. Yusuf meminta walikota sebagai kepala daerah sekaligus pihak yang memiliki kewenangan terhadap rumah sakit untuk memberi perhatian serius terhadap kondisi tersebut.

“Menurut saya harus bertindak sangat cepat, karena kondisinya kan, ini bukan bicara tentang kekuasaan dan sebagainya, ini pelayanan. Kita melihat, jangan sampai kemudian masyarakat terkendala pelayanan kesehatannya gara-gara permasalahan yang ada di Rumah Sakit Gunung Jati,” tegasnya.

0 Komentar