CIREBON — Kabar baik bagi warga Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Pemerintah daerah melalui proyek pengerjaan bertahap mulai merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan penghubung strategis yang melintasi Desa Kalirahayu dan Desa Tawangsari. Langkah ini diambil guna mendongkrak konektivitas antardesa sekaligus memperlancar roda perekonomian masyarakat setempat yang selama ini mengandalkan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Kuwu Desa Tawangsari, Rojiki, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas realisasi proyek tersebut. Menurutnya, pembenahan ini merupakan buah dari perjuangan panjang dalam menyuarakan aspirasi masyarakat bawah kepada pemerintah di berbagai tingkatan, mulai dari daerah hingga pusat.
“Alhamdulillah, berkat perhatian pemerintah dari pusat hingga daerah, perbaikan infrastruktur mulai dilaksanakan secara bertahap. Saat ini, perbaikan jalan dan normalisasi Sungai Cisanggarung sedang berjalan. Tentunya, masyarakat sangat senang dengan adanya pembangunan ini,” ujar Rojiki, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga:Mediasi Buntu, Perawat di Cirebon Minta Dokter TO Diproses HukumDPRD Cirebon Evaluasi Pendidikan: Soroti Anggaran Gaji dan 17 Ribu Anak Tidak Sekolah
Lebih lanjut, Rojiki menekankan bahwa sinergi antara pembangunan akses jalan dan perbaikan sektor pengairan sangat krusial. Infrastruktur jalan yang mulus akan memangkas biaya logistik dan mempercepat arus distribusi komoditas lokal, sementara normalisasi sungai akan mengamankan produktivitas sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat fasilitas publik yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dinikmati hingga jangka panjang.
Berdasarkan data teknis di lapangan, total penanganan infrastruktur pada tahun anggaran ini mencakup panjang ruas mencapai 633 meter. Proyek fisik tersebut dikerjakan dengan memadukan metode konstruksi beton atau rigid pavement serta pengaspalan di sejumlah titik krusial guna menjamin ketahanan jalan dalam jangka panjang.
Pelaksana kegiatan dari CV Muda Harapan, H. Warso, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik ini dilakukan secara terstruktur dan terukur. Mengingat bentangan panjang ruas jalan yang membutuhkan intervensi cukup masif, penanganan tidak dapat diselesaikan sekaligus dalam satu tahun anggaran tunggal.
“Karena ruas jalannya cukup panjang, perbaikan dilakukan secara bertahap selama tiga hingga empat tahun anggaran,” ujar H. Warso saat memberikan keterangan, Rabu (14/10/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa pola penanganan ini disesuaikan secara spesifik berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi eksisting di lapangan. Untuk pekerjaan beton rigid pavement, alokasi panjang penanganan dipatok sepanjang 196 meter dengan lebar rata-rata 4,5 meter. Pengerjaan beton ini tersebar di beberapa titik utama, yakni di Desa Tawangsari sepanjang 111 meter, serta di Desa Kalirahayu yang dibagi menjadi dua segmen masing-masing sepanjang 40 meter dan 45 meter. Sementara itu, sisa dari total panjang 633 meter disempurnakan melalui pekerjaan pengaspalan.
