“Untuk pekerjaan rigid beton, penanganannya dibagi menjadi beberapa titik sesuai dengan ruas jalan yang dikerjakan,” ungkap Warso
Dari perspektif pembangunan wilayah, proyek multi-tahun (multi-years) ini dinilai sangat krusial. Selama ini, mobilitas warga di kawasan perbatasan antardesa kerap terkendala oleh infrastruktur yang mengalami penurunan mutu. Dengan adanya betonisasi dan pengaspalan ini, Warso berharap arus distribusi hasil bumi, akses pendidikan, serta layanan kesehatan di Kecamatan Losari dapat mendesak efisiensi waktu tempuh dan memangkas biaya logistik lokal, sekaligus menjadi angin segar bagi pemerataan pembangunan di Kabupaten Cirebon.
“Semoga dengan perbaikan jalan ini menjadi bermanfaat bagi mobilitas masyarakat dan ke depannya seluruh ruas yang masih tersisa dapat ditangani secara bertahap,” pungkasnya. (dbs/red)
