Dari Persoalan Pertanian hingga UMKM, Herman Khaeron Jaring Aspirasi Warga Pabedilan Cirebon

Dari Persoalan Pertanian hingga UMKM, Herman Khaeron Jaring Aspirasi Warga Pabedilan Cirebon
Anggota Komisi VI DPR RI, HE Herman Khaeron, turun langsung menyerap denyut nadi aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses di Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Kamis (15/10/2026).
0 Komentar

CIREBON — Menyatukan penguatan ekonomi kerakyatan hingga akar rumput, Anggota Komisi VI DPR RI, HE Herman Khaeron, turun langsung menyerap denyut nadi aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses di Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon. Dalam kunjungan kerja yang sarat dialog konstruktif ini, politisi yang akrab disapa Kang Hero tersebut membahas berbagai persoalan krusial yang langsung bersentuhan dengan kesejahteraan warga, mulai dari tata kelola pertanian, mitigasi banjir, hingga akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan reses yang berlangsung hangat ini menyoroti program strategis nasional, khususnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diinisiasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Di hadapan ratusan warga dan aparatur setempat, Kang Hero menekankan bahwa arah kebijakan ekonomi desa harus mampu menjembatani hasil produksi lokal langsung ke pasar tanpa rantai distribusi yang merugikan petani.

“Jika konsep dan niat program pemerintah pusat sudah sangat baik, maka implementasi di lapangan harus dikawal secara ketat. Ada yang sudah berjalan optimal, namun ada pula yang perlu dievaluasi dan diperbaiki agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar masyarakat Herman Khaeron.

Baca Juga:Dokter Spesialis Sampaikan Keluhan ke DPRD, Minta Benahi Persoalan RSD GunungjatiAkses Antardesa Mulai Mulus, Perbaikan Jalan Kalirahayu–Tawangsari Sepanjang 633 Meter Dikebut Tahun Ini

Dalam skema pengembangan ke depan, KDMP diproyeksikan tidak sekadar menjadi pusat kegiatan ekonomi pedesaan semata. Koperasi ini diharapkan mampu menjelma sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan kebutuhan pokok, fasilitas kesehatan seperti klinik dan farmasi, hingga bersinergi erat dengan Perum Bulog.

“KDMP bisa difungsikan untuk membantu penyerapan gabah petani. Sinergi antara Bulog dan KDMP perlu dibangun agar rantai distribusi lebih efektif dan manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat desa,” katanya.

Sinergi ini dinilai penting untuk menjamin stabilitas harga dan penyerapan gabah petani lokal dengan usulan harga pembelian gabah kering panen minimal Rp6.500 per kilogram. Selain itu, KDMP juga disiapkan untuk memangkas rantai distribusi barang bersubsidi, seperti pupuk dan tabung LPG 3 kilogram, guna mencegah praktik penimbunan di tingkat bawah.

Menyigi Krisis Irigasi dan Ancaman Banjir Tahunan

Persoalan klasik sektor agraris turut mendominasi sesi dialog interaktif. Kuwu Desa Babakan Losari Lor, Didi Sutardi, secara terbuka menyampaikan keluhan ihwal minimnya infrastruktur irigasi yang memadai. Kondisi ini membuat puluhan hektar lahan pertanian warga mengalami krisis udara, terutama saat musim kemarau tiba. Tercatat ada sekitar 60 hektar ditambah 30 hektar lahan produktif di wilayah tersebut yang sangat bergantung pada perbaikan saluran irigasi.

0 Komentar