SMKN 1 Mundu Kembali Berduka: Siswa Hilang Terjatuh di Perairan Pati Saat Jalani PKL

SMKN 1 Mundu Kembali Berduka: Siswa Hilang Terjatuh di Perairan Pati Saat Jalani PKL
Tragedi 4 tahun silam kembali terulang, salah satu siswa SMKN 1 Mundu asal Desa Japura Lor, Kec. Pangenan hilang saat PKL di Laut Pati, Jawa Tengah.
0 Komentar

CIREBON — Kabar duka dan kecemasan kembali menyelimuti keluarga besar SMK Negeri 1 Mundu, Kabupaten Cirebon. Seorang siswa bernama Reyhan dilaporkan hilang di perairan Pati, Jawa Tengah, setelah diduga jatuh dari atas perahu dan terseret jaring penangkap ikan saat menjalani kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Insiden memilukan pada Jumat (9/10/2026) dini hari ini seolah membuka kembali luka lama atas tragedi serupa yang pernah menimpa sekolah vokasi kelautan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, korban tengah beraktivitas di atas kapal penangkap ikan di perairan Pati sebelum akhirnya terjatuh dan terbawa jaring ke dalam lautan. Laporan terkait insiden ini baru diterima oleh pihak Pemerintah Desa Japura Lor—desa asal korban—pada sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Desa (Kuwu) Japura Lor, Gufron, membenarkan adanya kabar hilangnya salah satu warga desanya tersebut. Pihaknya langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mengawal proses pencarian.

Baca Juga:Gadis 19 Tahun Asal Brebes Jadi Korban Pembunuhan Keji di Jakarta, Polisi Bekuk Dua PelakuUrai Macet Jalan Siliwangi, Dishub Kota Cirebon Siapkan Rekayasa Kanalisasi 100 Meter di Kawasan Asia-Surya

“Informasi yang kami terima, korban jatuh dan terkena jaring saat kapal sedang beroperasi. Begitu menerima kabar tersebut pada sore hari, kami dari pemerintah desa langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah, Tim SAR, serta Polairud untuk mengupayakan pencarian secara maksimal,” ujar Gufron.

Kini, pihak keluarga korban masih berada dalam kondisi syok berat dan cemas menanti kepastian kabar mengenai keberadaan Reyhan. Pemerintah desa setempat bersama otoritas terkait mengimbau seluruh pihak untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga sembari mengoptimalkan penyisiran di titik lokasi kejadian.

Bayang-Bayang Tragedi Frans Julius

Hilangnya Reyhan menegaskan kembali kerentanan risiko keselamatan kerja yang dihadapi oleh para taruna saat menjalani praktik lapangan di laut lepas. Peristiwa ini menjadi sorotan tajam lantaran merupakan pengulangan dari tragedi memilukan empat tahun silam.

Pada Maret 2022 lalu, insiden serupa menimpa Frans Julius Hutapea, siswa kelas XII Jurusan Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI) SMKN 1 Mundu Cirebon. Frans dilaporkan terjatuh dari kapal penangkap ikan saat berlayar di perairan Laut Utara Flores, Nusa Tenggara Timur, sekitar pukul 19.00 WITA. Hingga proses operasi SAR resmi dihentikan saat itu, keberadaan Frans tidak pernah berhasil ditemukan.

0 Komentar