Pemkab Cirebon Pacu Ekonomi Nelayan Lewat Program Kampung Nelayan Merah Putih

Pemkab Cirebon Pacu Ekonomi Nelayan Lewat Program Kampung Nelayan Merah Putih
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan, dan Pengawasan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Teguh Budiman.
0 Komentar

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memusatkan fokus revitalisasi kawasan pesisir tidak lagi sebatas perbaikan estetika kawasan permukiman semata. Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digulirkan pemerintah pusat, Pemkab Cirebon membidik penguatan ekosistem ekonomi maritim secara fundamental dengan menyediakan infrastruktur produksi modern bagi para nelayan lokal.

Langkah strategis ini menjadi angin segar bagi sektor perikanan tangkap daerah. Dari tujuh kawasan pesisir yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon, sebanyak tiga desa pesisir dipastikan masuk dalam gelombang pembangunan tahap berikutnya. Ketiga kawasan tersebut meliputi Desa Ambulu (Kecamatan Losari), Desa Citemu (Kecamatan Mundu), dan Desa Mundu Pesisir (Kecamatan Mundu).

Perubahan Paradigma: Menjawab Kebutuhan Produksi Laut

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan, dan Pengawasan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Teguh Budiman, menegaskan bahwa paradigma KNMP bertumpu pada produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Pendekatan intervensi fisik difokuskan pada pemenuhan sarana dan prasarana vital yang menunjang operasional melaut hingga pasca-tangkap.

Baca Juga:RSUD Waled Terima Kunjungan Kapolsek Waled, Perkuat Sinergi Keamanan Fasilitas Pelayanan PublikBabi Hutan Masuk Permukiman di Lemahabang Cirebon, Seorang Anggota Linmas Terluka Diterjang Satwa Liar

“Yang terakomodasi saat ini ada tiga lokasi, yaitu Ambulu, Citemu, dan Mundu Pesisir. Sementara untuk kawasan lainnya akan diperjuangkan secara bertahap,” ujar Teguh saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

Menurut Teguh, keberadaan fasilitas penunjang seperti Tempat Pendaratan Ikan (TPI), dermaga tambat labuh, fasilitas pemeliharaan perahu (docking), pabrik es, gudang pendingin (cold storage), hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) menjadi instrumen kunci penyokong daya saing nelayan lokal.

“Fokus dasarnya bukan mengubah visual kampung kumuh menjadi bersih semata, melainkan penyediaan fasilitas penunjang utama tempat nelayan mencari nafkah. Kualitas hasil tangkapan sangat ditentukan oleh penanganan pendaratan dan efisiensi rantai dingin. Jika fasilitas ini tersedia lengkap di lingkungan perikanan mereka, nilai jual tangkapan otomatis terjaga dan biaya operasional nelayan bisa dipangkas,” lanjutnya.

Fasilitas Tailor-Made Sesuai Karakteristik Wilayah

Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan pembangunan sarana di setiap titik KNMP tidak diterapkan secara seragam atau one-size-fits-all. Jenis serta skala fasilitas yang didirikan akan disesuaikan secara presisi berdasarkan kondisi topografi lahan, populasi nelayan aktif, hingga dinamika pendaratan ikan setempat.

0 Komentar