Dampak ekonomi dari proyek ini diproyeksikan sangat signifikan. Kapasitas sandar kapal di PPN Kejawanan ditargetkan melonjak dari 241 kapal menjadi 500 kapal, sementara volume produksi ikan digenjot dari sekitar 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun. Lonjakan aktivitas ini diyakini mampu menyerap tenaga kerja hingga 8.000 orang, meningkat tajam dari sebelumnya yang hanya sekitar 2.900 orang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut antusias proyek ambisius ini. Ia menilai kehadiran PPN Kejawanan yang representatif akan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi maritim Jawa Barat yang terintegrasi dengan sektor pariwisata budaya Cirebon. Pemprov Jabar pun menyatakan kesiapannya untuk menunjang infrastruktur pendukung, khususnya akses konektivitas jalan menuju kawasan pelabuhan.
“Bagi masyarakat Jawa Barat, pembangunan PPN Kejawanan tentu menjadi kabar yang membahagiakan. Pemprov Jawa Barat pada prinsipnya mendukung pembangunan ini dan siap mendukung kebutuhan infrastruktur tambahan, termasuk konektivitas dari akses jalan hingga menuju kawasan Pelabuhan Kejawanan,” ungkap Dedi.
Baca Juga:Tak Hanya Modal, PNM Juga Buka Akses Jejaring bagi Para Nasabah PNM Mekaar di CirebonDua Tahun Kepemimpinan Imron, Relawan Cirebon Beriman Mulai Tagih Janji Politik dan Soroti Pengelolaan APBD
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemprov Jabar atas perhatian besar yang diberikan kepada warganya, khususnya para nelayan dan pelaku UMKM sektor perikanan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemkot Cirebon tentu akan terus mendukung dan berkoordinasi sesuai kewenangan yang dimiliki agar PPN Kejawanan ke depan semakin produktif dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Edo. (red/rls)
