Tuntut Keadilan Ekonomi dan Pemberdayaan Wilayah, Massa Geruduk PT Dynamic Design Indonesia di Pabedilan

Aksi massa di depan PT. DDI Pabedilan
Aliansi masyarakat Sembada bersama ormas XTC mendatangi dan menggeruduk pabrik PT Dynamic Design Indonesia (DDI) yang berlokasi di Desa Pabedilan Kulon, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Selasa (1/9/2026).
0 Komentar

CIREBON — Kehadiran korporasi di tengah-tengah masyarakat seharusnya membawa angin segar bagi kesejahteraan ekonomi daerah, bukan sekadar menjadi menara gading yang abai terhadap lingkungan sekitar. Ketegangan sosial ini meledak tatkala puluhan pemuda yang tergabung dalam aliansi masyarakat Sembada bersama ormas XTC secara spontan mendatangi dan menggeruduk pabrik PT Dynamic Design Indonesia (DDI) yang berlokasi di Desa Pabedilan Kulon, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Selasa (1/9/2026).

Aksi unjuk rasa yang dikawal ketat oleh gabungan aparat dari Satpol PP Kabupaten Cirebon dan Polresta Cirebon ini mencerminkan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap minimnya pelibatan tenaga kerja serta potensi lokal oleh pihak korporasi.

Merespons gelombang protes yang kian memanas di lokasi pabrik, perwakilan persekutuan masyarakat, R. Hamzahiya, dengan tegas menunjukkan tuntutan moral agar korporasi tidak mengumumkan abai terhadap warga daerah.

Baca Juga:Coreng Wajah Pers di Institusi Pendidikan, PWI Jabar Kutuk Keras Aksi Arogan Oknum Wartawan di SDN 2 SukarajaKecelakaan Tunggal di Depan Kantor BKPSDM Cirebon, Mobil Diduga Dipakai Belajar Nyetir

Di hadapan manajemen perusahaan dan jajaran pengamanan, Hamzahiya menyampaikan bahwa investasi industri di daerah harus berbanding lurus dengan peningkatan taraf kehidupan masyarakat setempat.

“Kami ingin masyarakat lokal ikut berdayakan secara nyata dan mendapatkan manfaat ekonomi yang berkesinambungan dari keberadaan perusahaan di tanah kelahiran kami,” ujar R. Hamzahiya di sela-sela aksi, Selasa (1/9/2026).

​Perspektif keadilan sosial dan pemerataan kesempatan kerja ini turut diperkuat oleh elemen masyarakat lainnya yang hadir membersamai aksi damai tersebut, di antaranya Doni Suroto, Kusnadi, Aries Restika, serta Baginda Nurulloh. Para tokoh pemuda dan perwakilan masyarakat ini menilai bahwa industrialisasi di Kabupaten Cirebon pada akhirnya gagal merangkul potensi sumber daya manusia lokal secara maksimal. Kehadiran mereka di gerbang PT DDI bukan sekedar melontarkan kemarahan, melainkan menuntut adanya ruang dialog terbuka agar kesejahteraan warga ring satu pabrik tidak terpinggirkan oleh kebijakan bisnis yang eksklusif.

​Kendati sempat melukis ketegangan akibat desakan massa, proses mediasi yang mempertemukan pihak manajemen perusahaan, perwakilan demonstrasi, serta aparat keamanan akhirnya menghasilkan titik terang yang konstruktif. R. Hamzahiya kembali menjelaskan bahwa dialog intensif tersebut sukses merumuskan nota kesepahaman bersama yang menjadi solusi win-win bagi kedua belah pihak.

0 Komentar