KABUPATEN CIREBON — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat temuan kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyasar kelompok usia produktif hingga masyarakat umum. Sepanjang semester pertama tahun ini, atau periode Januari hingga Juni, sebanyak 144 kasus baru berhasil teridentifikasi melalui serangkaian pemeriksaan medis di daerah tersebut.
Menghadapi tantangan kesehatan masyarakat ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memperketat langkah pencegahan serta memperluas jangkauan deteksi dini. Dinkes Kabupaten Cirebon secara khusus memasang target ambisius dengan menyasar sekitar 52.000 orang untuk menjalani pemeriksaan (screening) kesehatan secara berkala.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih, mengungkapkan bahwa dari total temuan kasus baru yang tercatat, kelompok usia produktif mendominasi peta sebaran kasus secara signifikan. Rentang usia 25 hingga 49 tahun tercatat sebagai demografi yang paling rentan dan paling banyak terpapar virus.
Baca Juga:Pesta Peresmian Berubah Mencekam: Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk SeketikaPrabowo Tutup Resmi Muktamar ke-35 NU di Jombang: Pukul Kentongan dan Terima Kartu Anggota Seumur Hidup
“Paling tinggi itu usia produktif, yakni pada rentang usia 25 sampai 49 tahun,” ujar Mona saat memberikan keterangan resmi di Cirebon.
Berdasarkan data rinci pada kelompok usia produktif tersebut, Dinkes mencatat sebanyak 95 kasus, yang terdiri atas 77 orang berjenis kelamin laki-laki dan 18 orang perempuan. Secara akumulatif keseluruhan kasus baru pada semester pertama 2026 ini, proporsi pasien didominasi oleh kaum laki-laki yang mencapai angka sekitar 80 persen, sementara sisanya yang berada di kisaran 20 persen merupakan perempuan.
Lebih lanjut, Mona memaparkan pemetaan kasus berdasarkan kelompok populasi kunci dan khusus di Kabupaten Cirebon. Dari total 144 temuan tersebut, tercatat sebanyak 42 kasus ditemukan pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL), 5 kasus pada transgender, serta 5 kasus pada pekerja seks perempuan (WPS).
Selain itu, petugas medis juga menemukan 1 kasus pada warga binaan pemasyarakatan (WBP), 4 kasus pada ibu hamil, serta 38 kasus yang terdeteksi melalui penelusuran pada pasien tuberkulosis (TBC). Angka yang cukup besar juga terlihat pada kategori lain-lain yang mencapai 49 kasus. Kategori ini mencakup calon pengantin, masyarakat umum di luar populasi kunci, serta pasien yang harus menjalani prosedur pemeriksaan laboratorium sebelum melaksanakan tindakan operasi.
