KABUPATEN CIREBON — Kepanikan seketika melanda warga Desa Kubanggunung, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, tatkala lidah api melahap lahan kosong tepat di sisi timur kawasan PT Assems pada Sabtu malam (29/8/2026).
Titik api yang bermula dari tumpukan sampah tak bertuan dengan cepat membesar akibat hembusan angin kencang, memicu kekhawatiran luas akan potensi rambatan api ke fasilitas industri dan permukiman padat penduduk di sekitarnya.
Peristiwa yang menyita perhatian publik ini dilaporkan terjadi persis pada pukul 19.35 WIB. Berdasarkan catatan kronologis di lapangan, kemunculan api pertama kali disadari oleh sejumlah warga setempat yang mencium bau pekat sisa pembakaran sampah. Tak berselang lama, embusan angin malam yang bertiup cukup signifikan mendorong kobaran api menjalar dengan agresif, mengubah hamparan lahan kosong tersebut menjadi lautan api mini dalam hitungan menit.
Baca Juga:Gerak Cepat, KDM Bentuk Tim Investigasi Usut Polemik Rumah Dinas Wabup SumedangMariano Peralta Minta Persib Waspadai Manila Digger di Laga Play-off ACL 2
Situasi sempat mencekam lantaran jarak antara titik kebakaran dengan kompleks pabrik terbilang sangat dekat. Merespons eskalasi ancaman yang kian nyata, jajaran Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon langsung bergerak cepat mengerahkan armada tempur darurat ke lokasi kejadian.
Pasukan pemadam bersama unsur masyarakat bahu-membahu melokalisir sumber api guna mencegah bencana susulan yang lebih masif. Berkat kesigapan tim di lapangan, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan sebelum sempat menjilat bangunan pabrik maupun permukiman warga terdekat.
“Kejadian malam ini memberikan sinyal darurat bagi kita semua. Kombinasi cuaca ekstrem serta kelalaian kecil dalam pengelolaan sampah terbuka adalah resep sempurna untuk memicu bencana ekologis lokal. Kami mengimbau masyarakat agar menghentikan praktik pembakaran sampah sembarangan di tengah musim kering berkepanjangan ini,” ujar Petugas Damkar Kabupaten Cirebon yang turut memadamkan api.
Ancaman kebakaran lahan di wilayah Cirebon belakangan memang menunjukkan tren peningkatan yang patut diwaspadai. Fenomena iklim global seperti El Nino serta cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah nusantara telah menciptakan kondisi kekeringan struktural.
Vegetasi kering dan tiupan angin musiman menjadikan setiap jengkal lahan terbuka sangat rentan terhadap pemicu api sekecil apapun, termasuk puntung rokok atau sisa pembakaran domestik yang diabaikan. Dari sudut pandang mitigasi risiko bencana perkotaan dan kawasan industri, insiden di Pabedilan ini menggarisbawahi urgensi pengawasan ketat terhadap kawasan penyangga (buffer zone).
