KABUPATEN CIREBON – Di tengah gempuran arus modernisasi dan hiburan digital yang kian masif, denyut nadi kebudayaan lokal di Cirebon Timur justru menunjukkan tajinya. Kesenian tradisional khas Cirebon, Burok, kembali hadir menyapa dan menghibur masyarakat secara meriah dalam gelaran festival seni dan budaya yang dipusatkan di Desa Babakangebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon.
Pagelaran yang dihelat pada Rabu (26/8/2026) tersebut tidak hanya sekadar menjadi tontonan hiburan rakyat yang sarat akan gelak tawa dan kebersamaan, tetapi juga berfungsi sebagai benteng pertahanan kultural agar warisan leluhur tidak tenggelam ditelan zaman.
Kehadiran kesenian Burok—yang dikenal lewat figur boneka raksasa berwujud menyerupai kuda bersayap dengan kepala berwajah manusia—selalu berhasil membetot perhatian ratusan warga dari berbagai kalangan usia. Antusiasme masyarakat tampak jelas memadati lokasi acara demi menyaksikan alunan tabuhan genjring yang mengiringi gerak dinamis boneka ikonik tersebut.
Baca Juga:200 Unit Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Kota Cirebon, Prioritaskan Pengemudi LansiaDiskominfo Kabupaten Cirebon Perkuat Edukasi Masyarakat untuk Gempur Rokok Ilegal
Pemerintah setempat bersama para tokoh penggiat seni menilai bahwa pelestarian tradisi ini merupakan tanggung jawab kolektif yang mendesak. Mengingat Burok adalah bagian integral dari identitas budaya masyarakat Cirebon yang sarat akan nilai sejarah dan filosofi, regenerasi harus terus dihidupkan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin kesenian tradisional tetap lestari dan terus dikenalkan kepada generasi muda. Burok merupakan bagian dari kekayaan budaya Cirebon yang harus kita jaga bersama,” ujar perwakilan panitia penyelenggara di sela-sela acara.
Sementara itu, Kuwu Desa Babakangebang, Yeni Setiati, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Seni Budaya tingkat Kecamatan Babakan dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa eksistensi kesenian rakyat seperti Burok memerlukan ruang ekspresi yang luas serta dukungan berkelanjutan dari berbagai elemen masyarakat. Hal ini dinilai penting agar para perajin, seniman lokal, serta generasi penerus tetap memiliki panggung dan motivasi untuk merawat warisan budaya tersebut.
“Agar kesenian ini tetap lestari tentu perlu dukungan berkelanjutan dari berbagai elemen, baik masyarakat maupun pemerintah daerah , eksistensi kesenian rakyat seperti Burok memerlukan ruang ekspresi yang luas. Diharapkan ke depannya para pegiat seni Burok dari mulai perajin, seniman lokal, serta generasi penerus tetap memiliki panggung berkarya sebagai motivasi merawat warisan budaya ini,” terang Yeni.
