CIREBON — Upaya menanamkan kesadaran finansial sejak dini terus digencarkan di tingkat satuan pendidikan. Sebanyak 529 siswa di lingkungan Sekolah Rakyat Cirebon secara resmi melakukan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel). Langkah masif ini diinisiasi guna memperkuat literasi serta inklusi keuangan bagi generasi muda di wilayah Cirebon.
Program strategis yang dihelat dalam rangka momentum Hari Indonesia Menabung (HIM) tersebut melibatkan kolaborasi erat antara Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta lembaga jasa keuangan. Melalui kepemilikan rekening tabungan khusus pelajar ini, para siswa didorong untuk terbiasa menyisihkan sebagian dana sekaligus memahami pengelolaan keuangan secara bijak sejak bangku sekolah.
Menanggapi program tersebut, Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi mengapresiasi langkah konkret dalam membangun kesadaran finansial anak-anak muda. Menurutnya, menabung bukan sekadar aktivitas menyisihkan uang, melainkan sarana pembentukan karakter dasar bagi para pelajar.
Baca Juga:Resmi Dilantik, Lima Perangkat Desa Pabuaran Lor Diminta Langsung Adaptasi dengan TupoksiPemkab Bekasi Gagas Museum KH Noer Ali, Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Perjuangan
“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, dan kebiasaan merencanakan masa depan,” ujar Imron.
Ia juga menilai bahwa lingkungan Sekolah Rakyat merupakan kawah candradimuka yang sangat tepat untuk menanamkan berbagai kecakapan hidup (life skills) kepada para siswa.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia menilai literasi keuangan bagi anak tidak cukup hanya dengan mengenalkan fungsi uang.
Anak perlu dibekali kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas, serta memahami konsekuensi dari setiap keputusan keuangan.
“Literasi keuangan bukan hanya tentang bagaimana anak-anak mengenal dan menggunakan uang, tetapi juga bagaimana mereka belajar menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta bertanggung jawab terhadap keputusan keuangannya,” kata Sophi.
Di sisi lain, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan, Hari Indonesia Menabung tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial yang berlangsung setiap tahun.
Menurut dia, tujuan utamanya adalah menciptakan kebiasaan finansial yang bisa terus dibawa anak-anak hingga dewasa.
Baca Juga:Isu Dugaan Kekerasan di Rumah Dinas Wabup Sumedang Beredar, Sekpri RY: Tidak Ada Apa-ApaPSSI Beri Lampu Hijau, Persija vs Persib di SUGBK 12 September 2026 Resmi Digelar
“Kami ingin Hari Indonesia Menabung tidak berhenti sebagai sebuah momentum tahunan. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan kebiasaan,” ujar Agus.
