Tragedi Pohon Tumbang Cirebon  Renggut Nyawa Pemotor: Advokat  LLAJ Sorot Potensi Kelalaian Operasional Proyek

Pohon tumbang proyek sungai Sukalila timpa pemotor
Praktisi hukum LLAJ, Eddy Suzendi S.H., Soroti potensi kelalaian dalam proyek pengerukan sungai Sukalila yang menyebabkan pohon tumbang merenggut nyawa pengguna jalan.
0 Komentar

“Kita harus melihat persoalan ini secara objektif dan komprehensif. Jika benar runtuhnya pohon dipicu oleh getaran masif atau aktivitas pengerukan alat berat yang mengganggu struktur akar di tebing sungai, maka pihak pelaksana proyek atau instansi terkait tidak boleh abai terhadap standar keselamatan kerja. Aspek analisis risiko lingkungan dan perlindungan terhadap keselamatan publik harus diinvestigasi secara mendalam untuk mendudukan persoalan ini pada koridor hukum yang adil,” paparnya.

Namun, Eddy menegaskan kesimpulan tidak boleh dibuat hanya berdasarkan dugaan. Kemungkinan lain, seperti kondisi pohon yang sudah lapuk atau adanya angin kencang, juga harus diperiksa.

“Kalau pohon sudah lapuk atau keropos, pekerjaan tidak menyentuh zona akarnya dan ada angin kencang yang menjadi penyebab utama, tentu kesimpulannya berbeda,” ucapnya.

Baca Juga:RSUD Waled Perkuat Layanan Kesehatan di Cirtim, Siapkan Cathlab dan MamografiBursa Transfer Masih Terbuka, Persib Incar Kiper Baru untuk Perkuat Skuad

Kendati pihak keluarga korban dilaporkan telah menerima santunan serta bentuk pertanggungjawaban secara kekeluargaan tanpa mengajukan tuntutan hukum, para pengamat hukum menegaskan bahwa aspek penegakan hukum administratif dan evaluasi keselamatan kerja tetap harus berjalan objektif.

“Secara hukum, santunan tidak serta-merta menjawab pertanyaan mengenai ada atau tidaknya kelalaian dan siapa yang secara hukum bertanggung jawab,” tambah Eddy.

Langkah ini dinilai krusial guna memastikan adanya pertanggungjawaban institusional yang transparan, sekaligus mencegah terulangnya insiden serupa yang dapat mengancam keselamatan warga sipil lainnya yang melintas di fasilitas umum.

“Kalau dapat dicegah, kita tidak boleh berhenti pada kata musibah. Kita harus mencari kegagalan sistem keselamatannya, agar kematian satu orang tidak kembali menjadi angka statistik pada kecelakaan berikutnya,” pungkasnya.

Saksi Kejadian

Sementara itu menurut pengakuan saksi mata , Eti Suhaeti, mengatakan bahwa saat insiden nahas tersebut ia tengah berada dekat lokasi dan kejadiannya begitu cepat.

“Pohon besar itu tiba-tiba bergemuruh roboh dan menimpa pengendara suami istri, keduanya langsung jatuh terkulai tertimpa batang pohon,” Ucap Eti.

Ia juga mengatakan sebelum pohon itu jatuh masih ada suara aktivitas mesin Beko sedang mengeruk sungai di dekat jembatan.

Baca Juga:Polemik Administrasi Desa Hulubanteng Kian Meruncing, DPRD Kabupaten Cirebon Desak Inspektorat Lakukan RiksusSemarak HUT RI ke-81, RSUD Waled Gelar Jalan Sehat, Cek Kesehatan Gratis hingga Donor Darah

“Di sekitar sungai dan jembatan itu sebelum pohon tumbang, saya lihat memang masih ada aktivitas mesin (Beko) sedang korak-korek sungai,” tegas Eti.

0 Komentar