JABARPUBLISHER.COM – Sejumlah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta mendadak menjadi perbincangan hangat publik lantaran serentak memasang penghalang beton atau pagar tinggi di area pintu masuk mereka. Fenomena teranyar terlihat di Mal Kota Kasablanka yang bagian depannya kini dipagari dengan struktur permanen.
Meski aksi ini memicu spekulasi di masyarakat, pemerintah dengan tegas membantah adanya kaitannya dengan isu kerawanan keamanan nasional. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa tidak ada sinyal bahaya yang membuat para pelaku usaha ketar-ketir.
“Oh tidak ada masalah, sama sekali tidak. Kami sudah berkoordinasi dengan Apindo dan APPBI, semuanya berjalan normal, tidak ada isu yang mengkhawatirkan,” ujar Budi Santoso saat dijumpai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga:Diduga Pemerasan Rp1,7 Juta Viral di Media Sosial, Dedi Mulyadi Desak Oknum Dishub Kota Bekasi DipecatTagihan Listrik PJU Tembus Rp36 Miliar dan Retribusi Parkir Bocor, DPRD Kabupaten Cirebon Desak Audit Total
Kendati demikian, ia mengaku belum mengetahui secara spesifik alasan di balik langkah beberapa pengelola mal tersebut. “Saya kurang tahu persis, tapi koordinasi terakhir dengan APPBI tidak menunjukkan adanya tanda-tanda genting,” tambahnya.
Sementara itu, Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Presiden di bidang Komunikasi, mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Ia juga mendorong publik untuk melakukan verifikasi fakta dan menahan diri dari menyebarluaskan narasi negatif yang dapat memicu keresahan.
“Mari kita doakan bangsa ini tetap aman. Jangan memperbesar isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Segala berita yang menebar rasa takut sebaiknya diluruskan terlebih dahulu,” tegasnya.
Di kubu pengusaha, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengakui bahwa pihaknya belum berdiskusi langsung dengan pemilik mal terkait pemasangan pagar tersebut. Ia menduga langkah itu lebih bersifat antisipasi internal, bukan respons terhadap ancaman luar biasa.
“Sejujurnya saya belum berbicara dengan pemiliknya. Mungkin ada pertimbangan keamanan tersendiri di lokasi tersebut,” ujar Shinta di Istana Negara.
Ia juga menekankan bahwa tindakan memasang pagar adalah hak dari setiap pengelola properti, dan tidak semua pusat perbelanjaan mengambil langkah serupa. “Ini tidak terjadi secara massal. Hanya satu atau dua titik yang saya dengar. Kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut, tapi tidak ada kekhawatiran bahwa ini akan menjadi tren atau ada situasi darurat,” jelasnya.
