Menariknya, pernyataan berbeda justru datang dari Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, James Riady. Ia menyatakan bahwa kondisi industri ritel saat ini tetap bergairah dan ekspansif. Bahkan, ia menegaskan bahwa jaringan mal di bawah naungan Lippo Group sama sekali tidak berniat mengikuti tren pemasangan pagar tersebut.
“Pasti tidak. Justru dalam sepuluh tahun terakhir, kami sengaja membongkar dan menurunkan pagar-pagar di semua mal Lippo. Jadi mari kita semua tetap semangat dan optimistis,” kata James dengan penuh keyakinan.
Kendati begitu, ia pun memahami bahwa sikap kehati-hatian yang ditunjukkan sebagian pelaku usaha adalah hal yang wajar di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, setiap perusahaan perlu memperkuat struktur keuangan dan kesiapan operasional demi menghadapi potensi gejolak ke depan.
Baca Juga:Diduga Pemerasan Rp1,7 Juta Viral di Media Sosial, Dedi Mulyadi Desak Oknum Dishub Kota Bekasi DipecatTagihan Listrik PJU Tembus Rp36 Miliar dan Retribusi Parkir Bocor, DPRD Kabupaten Cirebon Desak Audit Total
“Kehati-hatian pengusaha itu bisa dimaklumi. Ini memang zamannya penuh ketidakpastian, sehingga struktur keuangan perusahaan dan negara harus lebih kokoh dari sebelumnya,” pungkasnya. (red)
