BANDUNG — Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan resmi mempercepat pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, menjadi Agustus 2026. Keputusan ini maju satu bulan lebih awal dari rencana semula pada September 2026 guna merespons tingginya mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas transportasi udara di wilayah Jawa Barat.
Pengaktifan kembali bandara yang terletak di jantung Kota Bandung tersebut merupakan buah kesepakatan antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bandung. Pada tahap awal, pengelolaan operasional bandara diserahkan kembali kepada BUMN pengelola bandara, PT Angkasa Pura (InJourney Airports).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan perizinan penerbangan yang mencakup puluhan rute domestik dan potensi rute internasional skala regional.
Baca Juga:1.564 Anggota BPD Kabupaten Bekasi Resmi Dilantik, Plt Bupati Tekankan Peran Mengawal Aspirasi WargaDilantik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Berapa Harta Kekayaan Sudaryono? Ini Rinciannya
“Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah sepakat untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara guna melayani penerbangan komersial. Kami telah menyiapkan perizinan untuk 20 hingga 24 rute penerbangan domestik, sekaligus mengakomodasi usulan pemerintah daerah untuk membuka akses penerbangan internasional tingkat regional,” ujar Dudy saat ditemui di sela kegiatan di Terminal Leuwipanjang, Bandung.
Dengan dimajukannya jadwal operasional ke bulan Agustus 2026, Kementerian Perhubungan kini tengah memfokuskan seluruh daya pada inspeksi menyeluruh dan pembenahan infrastruktur penerbangan. Dudy menekankan bahwa pengujian kelaikan fasilitas, sarana, hingga sistem keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama sebelum penerbangan perdana dimulai.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh infrastruktur fisik dan pendukung di Bandara Husein benar-benar siap dan memenuhi standar mutu keselamatan serta keamanan penerbangan. Langkah ini krusial agar saat beroperasi nanti, pelayanan bagi penumpang domestik maupun internasional regional dapat berjalan secara optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut positif langkah cepat Kementerian Perhubungan. Ia menjelaskan bahwa usulan pembukaan penerbangan internasional regional berawal dari kebutuhan masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung untuk menggenjot sektor pariwisata serta ekonomi daerah.
“Kami sangat mengapresiasi keputusan Kementerian Perhubungan yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat Bandung Raya. Kehadiran kembali layanan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara akan menjadi angin segar bagi konektivitas daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Barat,” tutur Dedi.
