MAJALENGKA — Sektor penerbangan nasional kembali menghadapi ujian serius menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memuntahkan abu vulkanik pekat ke udara. Dampak dari fenomena alam tersebut memaksa penutupan sejumlah bandara utama di Tanah Air demi keselamatan penerbangan. Sebagai langkah mitigasi dan strategi antisipasi darurat, Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka resmi mengambil alih peran krusial dengan membuka layanan operasional penerbangan secara penuh selama 24 jam.
General Manager (GM) Executive General Manager (EGM) BIJB Kertajati, Nuril Huda, mengungkapkan bahwa bandara yang dipimpinnya kembali kedatangan gelombang penerbangan pengalihan (divert). Salah satu maskapai yang mengalihkan rutenya adalah Garuda Indonesia, yang membawa penumpang asal Aceh dan Kualanamu. Keputusan pendaratan di Kertajati ini terpaksa diambil menyusul gangguan operasional parah yang melanda Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik.
“Rencana untuk hari ini kita masih akan menerima pengalihan lagi beberapa maskapai. Salah satunya adalah Garuda Indonesia, yang saat ini sudah terbang dari Aceh dan Kualanamu menuju Kertajati,” ujar Nuril.
Baca Juga:Diseminasi Film Angkat Kisah Penerus Maestro Tari Topeng CirebonTemuan Ulat di Menu MBG SMAN 1 Losari Picu Sanksi Tegas Dinkes Kabupaten Cirebon
Keputusan strategis ini diambil setelah abu vulkanik dilaporkan mengganggu jalur penerbangan komersial, termasuk memicu penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga tengah malam. Situasi darurat ini otomatis menjadikan BIJB Kertajati sebagai pangkalan penyelamat dan bandara alternatif utama bagi maskapai yang harus mengalihkan rute penerbangannya.
Jika dalam kondisi normal operasional bandara berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WIB, kini Kertajati membuka layanan selama 24 jam.
“Bandara ini buka selama 24 jam. Karena kalau biasanya kita hanya sampai dengan jam 6 sore, tapi dengan kejadian ini, tadi pagi kita mengajukan notification to airmen bahwa Bandara Kertajati buka selama 24 jam,” ujarnya.
Dampak pengalihan arus penerbangan ini terlihat nyata pada sektor perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Sebanyak 707 jemaah umrah yang sebelumnya terdampak penutupan bandara lain terpaksa harus mengalihkan titik keberangkatan mereka melalui BIJB Kertajati. Otoritas bandara mencatat lonjakan aktivitas yang signifikan seiring kedatangan para penumpang dari berbagai daerah demi memastikan keberangkatan ibadah mereka tidak tertunda lebih lama.
