CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon mengambil langkah strategis guna mendongkrak perekonomian daerah melalui penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah konkret ini diwujudkan dengan merancang skema penyertaan modal jumbo senilai Rp25 miliar bagi Perseroda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari. Kebijakan ini diharapkan mampu mentransformasikan wajah BUMD agar lebih lincah, berdaya saing tinggi, dan berkontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kendati angka yang disiapkan tergolong fantastis, pengucurannya tidak akan dilakukan secara sekaligus. Berdasarkan pembahasan intensif antara jajaran legislatif dan eksekutif—termasuk melibatkan Bupati Cirebon serta tim dari bagian perekonomian—anggaran tersebut dirancang untuk disalurkan secara bertahap dalam rentang waktu kurang lebih lima tahun.
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setyawan, menegaskan bahwa skema bertahap ini dipilih demi menjaga prinsip akuntabilitas, kehati-hatian fiskal, serta efektivitas penggunaan anggaran publik.
Baca Juga:Persija vs Persib 2026: Prediksi, Head to Head, dan Adu Taktik STY vs Igor Tolic di Laga KlasikPemkab Cirebon Usut Temuan 196 Karung Beras Bantuan di Rumah Warga Desa Ambit
“Direncanakan penyertaan modal sebesar Rp25 miliar. Yang pasti, penyertaan modal tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan keputusan eksekutif. Pemerintah daerah wajib memiliki dasar hukum yakni Perda. Artinya harus diperdakan,” ujar Aan saat memberikan keterangan resmi, Senin (7/9/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mekanisme penambahan modal ini tidak semata-mata bergantung pada kucuran dana segar tunai dari kas daerah. Pemerintah daerah juga membuka peluang untuk mengoptimalkan aset-aset milik Pemkab Cirebon yang selama ini kurang produktif. Aset-aset potensial tersebut nantinya akan dihitung dan diintegrasikan sebagai bagian dari komponen penyertaan modal guna menunjang operasional serta ekspansi bisnis Cherbon Nagari ke depan.
Hal itu membuka peluang bagi perusahaan daerah untuk membangun kemitraan dengan sektor swasta tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
“Skema kerja sama dengan pihak swasta disusun berdasarkan kebutuhan dan model bisnis perusahaan,” tegas Aan.
Dari sudut pandang makroekonomi regional, langkah penyertaan modal bertahap ini dibaca sebagai momentum kebangkitan korporatisasi daerah. Dengan dukungan finansial yang kuat serta aset penunjang yang memadai, Perseroda Cherbon Nagari diproyeksikan untuk mulai memetakan dan menggarap sektor-sektor bisnis potensial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pusat perdagangan, distribusi logistik, hingga jasa komersial lainnya.
