Ia menambahkan, keterpaduan data ini bukan sekadar urusan administratif belaka, melainkan instrumen krusial bagi kepala daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, berbasis fakta (evidence-based policy), sekaligus mendongkrak kualitas pelayanan publik secara digital.
Guna menjaga konsistensi performa yang telah dicapai dan memastikan program berjalan berkelanjutan, Diskominfo Kabupaten Cirebon bahkan telah melangkah lebih jauh dengan menyusun delapan program kerja strategis yang siap diakselerasi pada tahun 2027 mendatang.
Kedelapan program unggulan tersebut mencakup penyusunan pedoman resmi penyelenggaraan statistik sektoral, penguatan infrastruktur portal Open Data, pelaksanaan pelatihan statistik terapan, hingga integrasi data geospasial. Selain itu, Diskominfo juga akan memberikan pendampingan intensif dalam penyusunan metadata, pemberian rekomendasi statistik, pembinaan berkala bersama BPS, serta pelaksanaan survei sektoral mandiri secara berkala.
Baca Juga:Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Turun Menjadi Rp174 Triliun pada 2027, DPR Sebut Disesuaikan KebutuhanProgram MBG Libur Jeda Sekolah, Harga Sembako di Cirebon Merosot Tajam Akibat Stok Melimpah
Melalui lompatan performa tata kelola statistik sektoral ini, Pemkab Cirebon optimistis dapat menghadirkan sistem birokrasi yang jauh lebih transparan, akuntabel, dan tepercaya. Data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan kini siap menjadi modal utama bagi roda pembangunan Kabupaten Cirebon di masa depan. (rif/dbs)
