BEKASI – Momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, mulai menghangat. Salah satu Bakal Calon Kepala Desa, Fahmi Satori, S.H., secara terbuka mengkritisi arah kebijakan pembangunan di desanya yang dinilai masih mengalami ketimpangan serius dan jauh dari asas keadilan sosial.
Fahmi menyoroti kinerja kepemimpinan kepala desa petahana yang telah berjalan selama dua periode. Menurutnya, dalam kurun waktu belasan tahun tersebut, realisasi pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Sukadarma masih sangat minim dan belum menyentuh kebutuhan mendasar warga secara menyeluruh.
Ketimpangan ini diduga kuat terjadi akibat adanya ego sektoral dan sentralisasi pembangunan yang hanya berfokus pada wilayah tertentu. Fahmi mengungkapkan bahwa selama ini arah kebijakan pembangunan tampak tebang pilih karena faktor latar belakang geografis pemimpinnya.
Baca Juga:Akurasi Data Desil Bantuan Sosial Jadi Sorotan Utama Warga Kaligawe dalam Reses DPRD Kabupaten CirebonKemarau Capai Puncak Mulai Juli hingga September 2026, BMKG Minta Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan
“Secara historis, Kepala Desa Sukadarma selama ini kerap lahir secara turun-temurun dari wilayah Kepala Dusun (Kadus) 2. Dampaknya, skala prioritas pembangunan menjadi bias dan lebih banyak dicurahkan ke wilayah tersebut, sementara wilayah dusun lainnya cenderung terabaikan,” ujar Fahmi saat memberikan keterangan kepada media.
Fahmi menegaskan bahwa pola kepemimpinan primordial seperti itu harus segera diakhiri. Menurut pria berlatar belakang sarjana hukum ini, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi pemimpin memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mengayomi seluruh warga tanpa memandang sekat wilayah, baik yang berada di Kadus 1, 2, maupun 3.
Kondisi riil di lapangan, lanjut Fahmi, menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh pemerintah desa saat ini. Di tengah klaim keberhasilan pembangunan, potret buram infrastruktur desa dan masalah sosial masih kasat mata di depan mata masyarakat.
“Faktanya, kita masih dengan mudah menemukan jalan-jalan lingkungan dan gang yang becek serta kumuh saat musim hujan. Belum lagi persoalan krusial lainnya, seperti tingginya angka pengangguran pemuda lokal dan minimnya akses layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat miskin,” urainya secara gamblang.
Berangkat dari keprihatinan mendalam atas mandeknya perubahan di tanah kelahirannya, Fahmi Satori memantapkan diri untuk maju sebagai calon Kepala Desa Sukadarma. Ia membawa misi besar untuk mengabdi secara totalitas dan membawa arah baru pembangunan desa yang berkeadilan, transparan, dan akuntabel.
