Rian (35), salah satu pedagang ayam potong keliling di Kecamatan Babakan mengungkapkan hal senada. Menurutnya, dampak turunnya harga ayam potong yang ia jual, terasa semenjak libur sekolah dan jeda sementara program Makanan Bergizi Gratis untuk siswa.
“Saat belum liburan sih harga perkilo ayam potong bisa sampai Rp35.000 , saat libur begini ya turun dan variatif dari harga Rp24.000 sampai Rp26.000, bisa dibilang relatif turun dari sebelum liburan anak sekolah,” ungkap Rian.
Meskipun menyambut baik tren penurunan harga ini, warga tetap menyuarakan kekhawatiran mengenai stabilitas harga jangka panjang. Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat merancang skema mitigasi dan intervensi pasar yang matang ketika program nasional MBG tersebut kembali digulirkan pada tahun ajaran baru mendatang.
Baca Juga:Dari Penjaga Gawang Sampai Penyerang, Sebelas Pemain Persib Masuk Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026Pemkab Cirebon Kucurkan Rp475 Juta untuk Pembenahan Alun-Alun Pataraksa, Proses Lelang Rampung Agustus
Warga berharap, saat dapur umum MBG kembali beroperasi dan menyerap komoditas dalam jumlah besar, pemerintah mampu mengontrol jalur distribusi agar pasokan untuk pasar ritel masyarakat umum tetap terjaga dengan aman. Langkah preventif tersebut dinilai krusial agar pemenuhan gizi anak sekolah tidak harus mengorbankan stabilitas daya beli masyarakat luas akibat kelangkaan stok di pasar umum. (rif)
