Pelatihan Calon Manajer Kopdes di Barak Kini Berganti Wajah: Fokus Bela Negara, Tanpa Latihan Menembak

manajer kopdes
Kemhan resmi mengubah orientasi pelatihan dasar bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih menjadi pembekalan bela negara dan manajerial.
0 Komentar

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi mengubah orientasi pelatihan dasar bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Jika sebelumnya dikenal sebagai latihan dasar militer (latsarmil), kini program tersebut bertransformasi menjadi pelatihan pembekalan bela negara dan manajerial.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari penyesuaian pendekatan kegiatan. “Istilah dan pelaksanaan pelatihan kini mengarah pada pembekalan bela negara dan manajerial, bukan lagi latsarmil,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/6).

Kebijakan ini muncul sebagai tindak lanjut evaluasi sistem pembelajaran yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, menyusul insiden meninggalnya lima peserta dalam pelatihan sebelumnya.

Baca Juga:Jabar Gandeng University of Nottingham, Guru dan Siswa Sekolah Maung Bakal Dikirim ke InggrisAsah Kemampuan Berpikir Kritis, 81 Pelajar Terbaik Ikuti Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Jabar 2026

Rico menambahkan, dengan adanya perubahan nama tersebut, porsi latihan fisik dan aktivitas bernuansa kemiliteran akan dikurangi. “Kami mengurangi kegiatan teknis dan taktis khas militer. Salah satunya, materi menembak tidak lagi menjadi bagian dari kurikulum pelatihan saat ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fokus utama pelatihan kini diarahkan pada pembentukan kedisiplinan, kepribadian, kapasitas kepemimpinan, kolaborasi, rasa tanggung jawab, nasionalisme, serta kesiapan manajerial peserta agar mampu mengelola koperasi dengan baik.

Sebelumnya, Kemhan juga telah menegaskan bahwa pelatihan ini tidak dirancang untuk mencetak peserta menjadi prajurit atau personel militer. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, saat dikonfirmasi pada Minggu (28/6).

“Kami tegaskan, tujuan pelatihan ini bukan untuk membentuk peserta menjadi tentara. Mereka tetap berstatus sebagai tenaga sipil yang disiapkan untuk mengelola koperasi desa dan program pemberdayaan masyarakat,” ujar Ketut.

Menurutnya, materi pelatihan dirancang khusus untuk menumbuhkan sikap disiplin, integritas, jiwa kepemimpinan, profesionalisme, ketahanan menghadapi tekanan, serta semangat mengabdi kepada masyarakat. “Penekanannya bukan pada kemampuan tempur, melainkan penguatan mental, karakter, daya juang, kerja sama tim, dan kemampuan analisis masalah,” imbuhnya.

Ketut juga menjelaskan bahwa keterkaitan program dengan sektor pertahanan terletak pada peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Ekonomi rakyat yang kokoh, lanjutnya, merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan nasional. “Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih memiliki kontribusi strategis dalam penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Dan ekonomi yang kuat adalah bagian dari ketahanan negara,” paparnya.

0 Komentar