Sementara itu, terkait janji hadiah sebesar Rp250 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku, KDM menyatakan bahwa program sayembara tersebut secara otomatis berakhir seiring dengan penangkapan oleh Polda Jawa Barat.
“Sayembara itu diperuntukkan bagi masyarakat sipil. Kini yang menangkap adalah aparat kepolisian, jadi tentu ada pembahasan tersendiri. Saya akan segera bertemu dengan Bapak Kapolda untuk membicarakan kelanjutannya,” tutup KDM. (red)
