Berdasarkan pemetaan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, klusterisasi siswa sebenarnya sudah mulai terbentuk. Sebagian siswa dari keluarga mapan secara mandiri telah memilih sekolah swasta favorit sebagai tujuan utama mereka sejak awal. Sementara itu, siswa lainnya dialokasikan mengisi kuota sekolah negeri sesuai dengan kapasitas daya tampung riil yang tersedia.
Melalui integrasi data SPMB dan jaminan subsidi Rp2,7 juta ini, Pemprov Jabar optimistis kerja sama dengan sekolah swasta akan menjadi solusi jangka panjang yang efektif. Langkah ini diharapkan mampu mengurai benang kusut pemerataan kualitas dan kuantitas pendidikan di seluruh wilayah Jawa Barat. (adv)
