Di lokasi yang sama, Kuwu (Kepala Desa) Ciawigajah, Nunung Nurhadi, memaparkan bahwa visi besar di balik pendirian TPS 3R ini adalah untuk merevolusi pola pikir masyarakat terhadap sampah.
“Selama ini, mayoritas masyarakat memandang sampah sebagai sumber masalah dan kotoran. Melalui gerakan ini, kami ingin membalikkan taksonomi tersebut: bagi kami, sampah adalah berkah. Di balik tumpukan itu ada manfaat lingkungan sekaligus peluang untuk mendongkrak taraf hidup warga kami,” ungkap Nurhadi optimis.
Nurhadi menjelaskan, secara teknis TPS 3R Ciawigajah mengadopsi sistem zero waste. Dalam operasionalnya, sampah dipilah secara mekanis menggunakan mesin pemilah modern untuk memisahkan material organik dan nonorganik. Proses mutakhir ini menghasilkan produk turunan berupa pupuk organik serta bahan baku nonorganik bernilai jual.
Baca Juga:Mengintip Aliran Rupiah & Strategi Markup di Balik Kasus MBG: Berapa Cuan Harian Dadan cs?Kejagung Tahan Eks Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Diduga Korupsi Pengadaan Barang Rp1 Triliun
Untuk menjaga keberlanjutan pasar, pihak desa juga telah membangun jaringan kemitraan strategis dengan sektor industri skala besar.
“Kami tidak berjalan sendiri. Untuk menyerap hasil olahan sampah ini, kami telah menjalin kerja sama resmi dengan perusahaan besar seperti PT Indocement dan PLTU Cirebon Power. Selain menjaga kelestarian, aktivitas ini didukung oleh 30 karyawan lokal yang seluruh gajinya sudah kami sesuaikan dengan standar UMR Kabupaten Cirebon,” jelas Nurhadi secara rinci.
Kini, jangkauan layanan TPS 3R Ciawigajah Berkah terus meluas. Fasilitas ini tidak lagi hanya melayani pembuangan domestik dari warga Desa Ciawigajah semata, namun juga telah bertransformasi menjadi pusat pengolahan sampah regional dengan kapasitas total mencapai 12 ton per hari.
“Kapasitas 12 ton per hari ini kami maksimalkan dengan menerima pasokan sampah dari luar wilayah desa, bahkan cakupannya sudah lintas daerah hingga menerima kiriman dari beberapa wilayah di Kabupaten Kuningan,” pungkas Nurhadi menutup penjelasannya.
Keberhasilan komprehensif yang ditunjukkan oleh TPS 3R Ciawigajah Berkah ini menjadi potret cerah bagaimana sebuah kebijakan berbasis komunitas di tingkat desa mampu mengintegrasikan solusi ekologis global dengan penguatan ekonomi kerakyatan secara nyata. (rif/rls)
