Viral Pemalakan Mobil Pelat B di Dago, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Polisi Sikat Habis Premanisme

KDM akan tindak tegas aksi premanisme di Jabar
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tidak ada ruang toleransi bagi premanisme di bumi Pasundan. Ia mengingatkan agar tindakan intimidasi terhadap pendatang di Bandung.
0 Komentar

“Kepada seluruh warga Jawa Barat, saya peringatkan jangan coba-coba melakukan pemalakan dan premanisme kepada siapa pun. Baik itu sesama warga Jabar maupun masyarakat dari luar daerah yang sedang berkunjung ke Jawa Barat. Kita tidak akan segan-segan memproses hukum agar kebiasaan buruk ini segera dihentikan secara total,” tegas Dedi dengan nada tinggi.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini menambahkan bahwa gaya hidup ala preman jalanan tidak hanya mengikis rasa aman, tetapi juga merusak masa depan pelaku itu sendiri. Ia pun mengetuk hati nurani masyarakat, khususnya generasi muda, untuk beralih ke sektor formal atau informal yang lebih mulia dalam mencari nafkah.

“Berusahalah dengan cara yang baik. Peluang untuk mencari rezeki yang halal di Jawa Barat ini masih sangat terbuka lebar melalui kerja keras, dibanding kalian bergaya preman yang justru mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan orang lain,” imbuhnya.

Baca Juga:Pangkas Volume Sampah, Pemprov Jabar Uji Coba Teknologi Pemusnah DislitbangadUsung Tema "Manunggal Winangun Caruban", Peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 Kolaborasikan Porsenitas

Mengakhiri keterangannya, Gubernur Jawa Barat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran korps bhayangkara yang bergerak taktis dalam hitungan jam setelah video tersebut viral di jagat maya. Langkah responsif ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap keamanan di ruang-ruang terbuka Kota Bandung.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang besar kepada jajaran Polsek Coblong dan Polrestabes Bandung yang telah bergerak responsif dan menangani masalah ini dengan sangat cepat,” pungkas Dedi. (rif/dbs)

0 Komentar