Revolusi Qurban Digital di Cirebon: Masjid Miftahul Jannah Terapkan SMQ dan Wakafkan Teknologinya

Revolusi Digital Qurban di Cirebon
Foto ilustrasi Digitalisasi Qurban yang idenya siap diwakafkan ke seluruh Indonesia.
0 Komentar

CIREBON – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Miftahul Jannah, Perumahan Karisma Residence, Kabupaten Cirebon, berjalan berbeda dari biasanya. Jika ibadah kurban pada umumnya identik dengan antrean panjang, pencatatan manual yang rumit, serta laporan keuangan yang memakan waktu berhari-hari, masjid ini justru berhasil mendobrak tradisi tersebut dengan menerapkan digitalisasi penuh dalam pengelolaan kurban secara real-time.

Terobosan mutakhir ini dimotori oleh Sistem Manajemen Qurban (SMQ), sebuah platform digital yang dikembangkan secara mandiri oleh tim internal Masjid Miftahul Jannah. Lewat aplikasi ini, seluruh rangkaian proses kurban—mulai dari penyembelihan hewan, pendataan bobot, pengemasan, hingga distribusi daging—bisa dipantau langsung oleh panitia dan pekurban melalui layar ponsel pintar (smartphone). Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa transformasi digital kini tidak lagi menjadi monopoli dunia bisnis dan pemerintahan, melainkan sudah menyentuh ranah pengelolaan rumah ibadah secara efektif.

Ketua Panitia Kurban 2026 Masjid Miftahul Jannah, Rifki F. Ghazali, menegaskan bahwa inovasi SMQ lahir dari kebutuhan mendesak masyarakat akan tata kelola kurban yang transparan dan akuntabel. Melalui sistem dashboard digital, potensi kesalahan data dan keterlambatan laporan yang kerap menjadi kendala klasik berhasil dipangkas habis. Hebatnya lagi, laporan pertanggungjawaban keuangan bahkan mampu diselesaikan pada hari yang sama saat kegiatan berlangsung.

Baca Juga:Dongkrak Sektor Pariwisata, Jawa Barat Siap Gelar Lebih dari 20 Event Unggulan Sepanjang Juni 2026BBM Jenis Ini Turun: Berikut Daftar Lengkap Harga Terbaru BBM di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah utama yang harus dijaga. Karena itu, kami merancang sistem ini agar seluruh proses berjalan transparan dan dapat dipantau langsung oleh jemaah. Kami ingin memastikan setiap rupiah dan setiap kilogram daging yang diamanahkan kepada kami dapat dipertanggungjawabkan secara cepat, akurat, dan terbuka,” ujar Rifki dalam keterangannya.

Selain unggul di sektor digital, panitia juga melakukan lompatan besar dalam hal standardisasi kualitas kesehatan hewan dengan menggandeng tim jagal profesional. Kerja sama ini memastikan proses penyembelihan berjalan cepat, higienis, dan sepenuhnya memenuhi kaidah syariat serta prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Dampaknya, kualitas dan higienitas daging yang akan dibagikan kepada masyarakat tetap terjaga optimal sejak awal proses hingga ke tangan penerima.

0 Komentar