“Penguatan sejarah ini bukan hanya soal menetapkan tanggal di atas kertas semata. Ini adalah ikhtiar kolektif kita dalam menjaga identitas budaya dan jati diri masyarakat Cirebon. Kita punya tanggung jawab moral agar nilai-nilai perjuangan para leluhur ini tetap utuh dan dapat diwariskan dengan bangga kepada generasi mendatang,” kata RHB mengakhiri pernyataannya.
Melalui audiensi ini, DPRD Kabupaten Cirebon berharap dapat memantik kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan antara pemerintah daerah, komunitas budayawan, dan institusi akademik. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam merawat, melestarikan, sekaligus mempromosikan kekayaan sejarah Cirebon ke kancah yang lebih luas. (adv)
