HUT ke-65 Bank BJB, Dedi Mulyadi Minta Pangkas Suku Bunga Kredit ASN Senior dan Atasi Disparitas Gaji

KDM di HUT bank bjb ke-65
Dalam arahannya pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bank BJB, Dedi mendesak adanya reformasi kebijakan yang lebih berpihak kepada para ASN senior.
0 Komentar

“Jika Bank BJB ingin bertransformasi menjadi bank yang modern, disparitas ini harus dihilangkan. Manajemen harus berani memangkas gaji para pejabat (struktural) untuk kemudian dialokasikan guna meningkatkan kesejahteraan pegawai bawah yang terbukti loyal dan produktif,” tegasnya.

Dedi menilai, sistem penghargaan idealnya didistribusikan secara proporsional kepada pegawai maupun kantor cabang yang menorehkan performa terbaik, bukan dibagi rata tanpa mempertimbangkan kontribusi riil.

“Cabang yang paling produktif dan bekerja keras harus mendapatkan penghargaan lebih tinggi. Jangan sampai terjadi ketimpangan di mana mereka yang memeras keringat disamakan dengan yang hanya bersantai-santai,” tambahnya lagi.

Budaya Kerja Berbasis Prestasi

Baca Juga:Anggaran Pakan Habis Sejak Maret, Lelang 41 Ekor Sapi Pemkab Cirebon Senilai Ratusan Juta Rupiah Gagal TotalSikat Kejahatan Jalanan hingga Asusila, Polresta Cirebon Gulung 14 Tersangka dari 11 Kasus

Di akhir arahannya, Dedi menjabarkan filosofi kepemimpinannya yang menempatkan kerja keras dan pengorbanan sebagai fondasi utama dalam penilaian sebuah organisasi. Ia berharap budaya kerja berbasis prestasi (merit system) ini dapat menggeser ambisi pegawai yang sekadar memburu jabatan.

“Orang yang paling dekat (dengan keberhasilan) adalah mereka yang paling lelah, paling sering diandalkan, bersedia berkorban, mudah dihubungi kapan saja, dan bergerak dinamis tanpa henti. Kesejahteraan yang mereka terima harus sebanding dengan dedikasi tersebut. Itulah hakikat bekerja,” cetusnya.

Melalui restrukturisasi pola kerja dan sistem pengupahan ini, Dedi optimistis Bank BJB dan lingkungan birokrasi Jawa Barat dapat membangun ekosistem organisasi yang jauh lebih kompetitif, sehat, dan produktif.

“Setiap pegawai harus memiliki paradigma yang sama, bahwa yang dihargai oleh organisasi adalah prestasi, bukan semata-mata posisi atau jabatan,” pungkas Dedi. (red)

0 Komentar