Kado Ulang Tahun ke-55: Dedi Mulyadi Siap Bawa Epistemologi Sunda ke Panggung Global

Kado ultah ke-55 KDM
Dedi Mulyadi menerima kado istimewa berupa buku Ensiklopedia Sunda yang diserahkan langsung oleh Prof. Bagus Muljadi. (Foto doc. Channel KDM)
0 Komentar

BANDUNG – Perayaan hari ulang tahun ke-55 Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada 11 April 2026 lalu menyisakan momentum bersejarah bagi masa depan kebudayaan Sunda. Alih-alih sekadar perayaan seremonial, momen ini menjadi titik tolak proyeksi besar untuk membawa nilai-nilai kearifan lokal Tatar Pasundan ke kancah ilmu pengetahuan internasional.

Dedi Mulyadi menerima kado istimewa berupa buku Ensiklopedia Sunda yang diserahkan langsung oleh Prof. Bagus Muljadi, seorang akademisi terkemuka asal Indonesia yang kini berstudi dan mengajar di Universitas Nottingham, Inggris. Hadiah tersebut bukan sekadar koleksi literatur, melainkan simbol diplomasi kebudayaan yang akan menghubungkan pemikiran leluhur dengan kebutuhan dunia modern.

Relevansi Sunda di Tengah Krisis Global

Dalam diskusi hangat yang terjadi saat penyerahan buku tersebut, Prof. Bagus Muljadi membawa kabar menggembirakan bagi dunia literasi Indonesia. Ia mengungkapkan rencana besar untuk menerjemahkan Ensiklopedia Sunda ke dalam Bahasa Inggris guna merespons tingginya minat akademisi Barat terhadap konsep-konsep kearifan lokal dari Indonesia.

Baca Juga:KPID Jabar Soroti Dominasi Pelanggaran Konten Tidak Ramah Perempuan dan Anak di Lembaga PenyiaranEmpat Bulan Tanpa Pemimpin, Roda Pemerintahan Desa Ciledug Tengah Lumpuh dan Hak Perangkat Terancam

“Saat ini, dunia ilmu pengetahuan Barat tengah mencari jawaban atas krisis iklim global. Ternyata, konsep cara berpikir Sunda sangat relevan dan mulai diminati sebagai salah satu rujukan epistemologi di dunia internasional,” ungkap Prof. Bagus.

Menurutnya, di saat negara-negara maju bergelut dengan ancaman kerusakan lingkungan, filosofi Sunda menawarkan perspektif baru yang lebih harmonis dengan alam. Hal ini menjadi terobosan penting di mana solusi krisis global tidak melulu soal teknologi canggih bernilai miliaran dolar, melainkan rekonstruksi cara pandang manusia terhadap ekosistemnya.

Dukungan Penuh Sang Gubernur

Mendengar paparan tersebut, Dedi Mulyadi menunjukkan antusiasme tinggi. Ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh proyek penerjemahan dan desiminasi Ensiklopedia Sunda agar karya tersebut mampu berbicara banyak di panggung dunia.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Ini adalah jembatan intelektual yang penting. Membandingkan cara berpikir Sunda dengan cara berpikir Barat akan membuka cakrawala baru, terutama bagaimana kita bisa bertahan dan beradaptasi di tengah kepungan krisis iklim global,” ujar Dedi Mulyadi dengan semangat.

Karya Kolaboratif Multidisiplin

Ensiklopedia Sunda yang terdiri dari tiga jilid tebal ini merupakan hasil kerja keras kolektif para ahli dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari sejarawan, geografer, hingga matematikawan. Pendekatannya pun tidak konvensional karena membedah filosofi Sunda dalam tiga klaster fundamental:

0 Komentar