• Alam: Menjelaskan hubungan sakral dan praktis manusia dengan lingkungan.
• Manusia: Membedah tatanan sosial dan karakter masyarakat Sunda.
• Teknologi/Buah Pikir: Mendokumentasikan inovasi dan kearifan teknik yang telah digunakan secara turun-temurun.
Dengan rencana penerjemahan ini, “Negeri Jabaru” (Jawa Barat Baru) di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi optimistis bahwa identitas Sunda tidak lagi hanya menjadi konsumsi lokal, melainkan bertransformasi menjadi tawaran solusi pemikiran bagi peradaban dunia. (rif/dbs)
