Salah satu indikator kekuatan fiskal Indonesia adalah kemampuan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah batas aman 3 persen. Purbaya mengklaim realisasi defisit bahkan diperkirakan hanya sekitar 2,8 persen, di bawah target awal 2,9 persen.
“Pertahanan kita cukup berlapis-lapis dibanding yang lain. Saya bilang dengan tegas bahwa itu atas arahan Presiden dan kebijakan kita seperti itu, dan kita tidak akan melanggar,” tegasnya.
Keputusan Indonesia untuk mandiri dan tidak bergantung pada utang IMF menuai apresiasi. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis yang memperkuat posisi tawar Indonesia di tengah gejolak ekonomi global, sekaligus menjaga kedaulatan fiskal negara. (red)
