82.131 Warga Kabupaten Cirebon Menganggur Jelang Lebaran 2026, Ini Data Lengkap BPS

Para pencari kerja.jpg
Para pencari kerja padati job fair beberapa waktu lalu. foto:ist
0 Komentar

CIREBON – Jumlah Warga Kabupaten Cirebon Menganggur masih tergolong tinggi menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 82.131 orang tercatat masuk kategori pengangguran terbuka hingga awal Maret tahun ini.

Kondisi Warga Kabupaten Cirebon Menganggur tersebut menjadi perhatian serius, terutama saat kebutuhan rumah tangga meningkat menjelang Lebaran. Perputaran ekonomi musiman memang mulai terasa, namun belum sepenuhnya mampu menyerap tenaga kerja secara permanen.

Kepala BPS Kabupaten Cirebon, Januawarto Wibowo, menjelaskan angka tersebut bersumber dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025. Dari total angkatan kerja sebanyak 1.278.803 orang, terdapat 82.131 orang yang belum bekerja.

Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini 3 Maret 2026 Turun Rp13.000, Simak Rincian LengkapnyaBupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK di Pertengahan Ramadan

“Jumlah pengangguran terbuka tercatat 82.131 orang dari total angkatan kerja 1.278.803 orang. Ini menghasilkan tingkat pengangguran terbuka sekitar 6,4%,” kata Januawarto, Senin (2/3/2026).

Ia menerangkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) dihitung dari perbandingan jumlah penganggur terhadap total angkatan kerja. Secara umum, struktur ketenagakerjaan di Kabupaten Cirebon masih didominasi oleh penduduk yang bekerja, meski angka pengangguran tetap menjadi tantangan.

Dari total penduduk usia 15 tahun ke atas sebanyak 1.845.979 orang, tercatat 1.196.672 orang telah bekerja. Sementara itu, 567.176 orang masuk kategori bukan angkatan kerja, terdiri dari pelajar, ibu rumah tangga, dan kelompok lainnya.

Jika dirinci berdasarkan jenis kelamin, Warga Kabupaten Cirebon Menganggur didominasi laki-laki sebanyak 58.985 orang, sedangkan perempuan 23.146 orang. Tingginya angka pengangguran laki-laki berkaitan dengan partisipasi kerja yang memang lebih besar dibanding perempuan.

Data BPS menunjukkan jumlah angkatan kerja laki-laki mencapai 775.794 orang, sedangkan perempuan 503.009 orang. Artinya, tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki jauh lebih tinggi. Secara keseluruhan, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Kabupaten Cirebon berada di kisaran 69 persen, yang berarti hampir tujuh dari sepuluh penduduk usia produktif aktif secara ekonomi.

Januawarto menambahkan, momentum Ramadan dan Idul Fitri biasanya mendorong peningkatan aktivitas di sektor perdagangan, jasa, dan transportasi. Namun, lonjakan tersebut cenderung bersifat sementara.

“Momentum Ramadan dan Idul Fitri memang meningkatkan aktivitas ekonomi, terutama sektor informal dan perdagangan musiman. Namun, data Sakernas merekam kondisi struktural pasar kerja pada periode survei,” ujarnya.

0 Komentar