Ridwan Kamil Lepas Ekspor 16 Ton Kopi Java Preanger Jabarano ke Australia

Ridwan Kamil Lepas Ekspor 16 Ton Kopi Java Preanger Jabarano ke Australia
0 Komentar

“Kami di Kementerian Pedagangan juga mencermati beberapa potensi ke depan untuk potensi ekspor kopi. Kopi terutama specialty coffee menunjukkan adanya kenaikan permintaan khususnya dari Eropa dan Amerika,” kata Kasan.

Selain itu, pada 7 Oktober lalu, Kemendag telah menggelar acara coffee testy untuk kopi Java Preanger dari Jabar sebagai bagian dari upaya Kemendag untuk mengekspor kopi dengan indikasi geografis selain kopi Gayo Arabica ke pasar Eropa.

“Kami juga terus mendorong dan memfasilitasi untuk peningkatan ekspor dan memberikan informasi seperti pembeli dan karakteristik dari produk kopi yang dibutuhkan, serta memberikan pelatihan dalam hal sertifikasi bekerja sama dengan berbagai kementerian terkait,” ucap Kasan.

Baca Juga:Jabar Antisipasi Peningkatan Curah Hujan dan Bencana153 Perusahaan Asing Masuk Indonesia Usai UU Cipta Kerja Disahkan

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jabar Hendy Jatnika menuturkan, selain ekspor kopi hari ini, rencananya masih ada 11 kontainer dengan jumlah 110 ton yang akan dikirim ke luar negeri hingga Oktober 2020.

“Bagi para pengusaha perkebunan di Jawa Barat ini adalah pemicu dan pemacu bahwa kopi Jawa Barat masih bisa mendunia. Perekonomian berbasis pertanian yang berbasis pertanian di pedesaan ini masih bergerak terus,” tutur Hendy.

Direktur CV Frinsa Agrolestari Wildan Mustofa mengatakan, mayoritas kopi yang dikirim oleh pihaknya ditanam di lahan-lahan milik Perhutani sebagai bagian dari konservasi alam. Ada dua produk kopi yang diekspor CV Frinsa Agrolestari, yaitu kopi jenis specialty coffee yang dihasikan para petani milenial dan kopi puntang dengan high commercial dari para petani senior.

Berikutnya, Wildan berujar bahwa pihaknya akan mengekspor 11 kontainer, yakni lima kontainer ke Amerika Serikat, dua kontainer ke Belgia, satu kontainer ke Australia, satu kontainer ke Rusia, dan dua kontainer ke China.

Kopi Java Preanger sendiri merupakan gabungan dari berbagai jenis biji kopi yang ditanam di atas ketinggian lebih dari 100 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Jabar, antara lain Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, dan Garut. Jenis kopi ini kemudian dipasarkan dengan nama kopi arabika Java Preanger sesuai dengan indikasi geografis yang diperoleh pada 2013.

Jeni kopi ini sangat disukai khususnya oleh pasar Eropa dan Amerika Serikat karena memiliki aroma khas dan cita rasa yang unik dan mampu memanjakan penikmat kopi dengan kesan mild-nya. (rls/hms)

0 Komentar