Hermanto yang merupakan politisi NasDem ini terlihat pasrah dan meminta saran, harus bagaimana caranya dia meminta maaf dan menebus kesalahannya. Menurutnya, bukan bermaksud mempersoalkan IMB pesantren, tapi justru ingin membantu pesantren. Malahan katanya, dirinya akan berusaha sekuat tenaga mengajukan regulasi IMB pesantren supaya dipermudah dan dibebaskan dari biaya.
“Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar- besarnya. Saya tidak ada maksud menyudutkan pesantren. Saya justru akan membantu supaya IMB pesantren gratis,” pinta Hermanto. Namun lagi-lagi pernyataannya tetap tak digubris massa aksi. Yang didapat malah pekikan-pekikan bernada kritis.Bahkan di depan publik, seorang orator membalikkan pertanyaan kepada Hermanto atas usaha yang dimilikinya. “Bapak kan membuak aib pesantren dengan mengatakan IMB Pesantren tidak ada yang diurus. Apakah pabrik rajungan anda sudah ada izinnya atau belum. Jawab sekarang! Ada atau tidak,” tanya seorang peserta aksi. Lalu dengan gugup Hermanto menjawab, “Silahkan datang, nanti ada, ada, ada,” jawab Hermanto terbata-bata.
Negosiasi yang cukup alot, dan mendesak supaya Hermanto juga meminta maaf di kalangan internal dewan, para santri akhirnya menerima permintaan maaf Hermanto. Dengan catatan, Hermanto tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Baca Juga:Dilalap Si Jago Merah, Warga Pantai Harapan Jaya Rugi Puluhan JutaDewan Asal Gebang Ungkit IMB Pesantren, Ribuan Santri Kepung DPRD Kab Cirebon Besok
“Santri itu tidak pendendam. Jadi tolong jaga perasaan kami. Tolong jangan diulangi lagi menyakiti perasaan ulama dan para santri,” Kata koordinator LSC, Ahmad Ibnu Ubaidilah. Ia pun menolak untuk dikonfirmasi sejumlah wartawan. “Tidak usah wawancara lah, seperti tadi saja (saat aksi), biar asli dan nyata,” ungkapnya sambil meninggalkan halaman DPRD Kab Cirebon.
PESERTA AKSI MENYEMUT DI DEPAN KANTOR DPRD KAB CIREBON MEREKA MENYUARAKAN PROTES ATAS STATMENT ANGGOTA DPRD YANG DINILAI MENGHINA PESANTREN
Sedangkan Ketua DPRD Kab Cirebon, M. Luthfi menegaskan bahwa aksi hari ini akan ditindaklanjuti dengan audiensi didalam gedung dewan bersama para perwakilan pesantren yang merasa tersinggung itu. Massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib usai membacakan pernyataan sikap para santri sekitar pukul 12:45 WIB. (jay/wul)
