Para orang tua pun dituntut memberikan sanitasi yang memadai agar anak terbebas dari cacing. Hal ini bisa dilakukan melalui penyediaan air bersih, jamban sehat dan bersih, serta cuci tangan memakai sabun dan air mengalir.
Sementara sejak usia dini, pencegahan stunting juga bisa melalui pemberian asi, seperti inisiasi menyusui dini, pemberian asi eksklusif sampai usai enam bulan, imunisasi, pemberian makanan pendamping asi usia enam sampai dua tahun, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pelatihan Duta Stunting
Kabupaten Cianjur menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang menggelar Pelatihan Duta Pencegahan Stuting. Pelatihan ini mengambil Tema: “Membentuk Generasi Unggul Terbebas dari Stunting Melalui Pengasuhan Berbasis Karakter” pada 8-9 November 2018 di Gedung Assakinah Kabupaten Cianjur.
Baca Juga:Di Belgia, Wagub Uu Bertemu “Clinton” dan “James Bond” Gembloux University dan University Of Liege Siap Terima Mahasiswa Asal Jawa Barat
Pelatihan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memerangi stunting melalui Kantor Staf Kepresidenan. Turut hadir dalam pelatihan yang diikuti sekitar 500 kader posyandu, bidan desa, kader PKK, petugas promosi kesehatan, dan tenaga gizi dari seluruh Kabupaen Cianjur ini, yaitu Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden Brian Sriprahastuti dan narasumber yaitu pendiri Indonesia Heritage Foundation Ratna Megawangi, Ketua Pembina Sentra Laktasi Indonesia Utami Rusli, dan Duta Stunting Jawa Barat.
Untuk tahun ini, Cianjur menjadi salah satu dari 100 daerah yang mendapat prioritas dalam pencegahan stunting di Indonesia. Untuk itu, ada 10 desa prioritas di Kabupaten Cianjur yang mendapat penanganan stunting.
“Harapannya kegiatan (pelatihan) hari ini mampu untuk mendorong teman-teman di kewilayahan lainnya untuk melakukan hal yang sama. Karena di Cianjur ini – Alhamdulillah yang pertama di Jawa Barat untuk pelaksanaan terkait dengan persiapan duta stunting,” harapnya. (rls/hms)
