Kesepakatan bernilai besar lainnya datang dari PT Mekar Saluyu Grup untuk komoditas cengkeh ke India senilai USD9,24 juta atau sekitar Rp166,7 miliar. Kedua kesepakatan tersebut menunjukkan peluang pasar internasional bagi komoditas unggulan Jabar, khususnya produk perkebunan, seperti kopi dan cengkeh. Sejumlah pelaku usaha lainnya juga menjalin kesepakatan perdagangan.
PT Melania Indonesia menjajaki pasar teh dengan pembeli dari Jepang, Malaysia, Tiongkok, dan Dubai. Sementara itu, PT Brilian Zenco menawarkan produk cokelat ke Pakistan, PT Pavettia Nuansa Alami menjajaki pasar Malaysia untuk produk lipstik organik, dan PT Trikarya Budaya Indonesia menjalin kesepakatan untuk produk pakaian olahraga perempuan (women’s sportswear) ke Malaysia.
Berbagai kesepakatan tersebut didukung melalui sesi business matching yang mempertemukan pelaku usaha Jabar dengan calon pembeli dari berbagai pasar, di antaranya Uni Emirat Arab, Senegal, Thailand, Srilanka, Malaysia, dan Pakistan. Pertemuan bisnis ini mencakup sektor makanan dan minuman, personal care, dan fesyen.
Baca Juga:Gandeng Teknologi ETLE dan Edukasi, Polres Cirebon Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026 Selama 14 HariDiduga Tak Transparan Kelola Anggaran, Warga Desa Ambit Cirebon Desak Kuwu Mundur dari Jabatan
Raih Penghargaan
Selain mencatat transaksi dan kesepakatan perdagangan, partisipasi Jawa Barat dalam TEI 2026 juga diwarnai capaian penghargaan bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah. PT Azaki Food Internasional meraih Penghargaan Primaniyarta 2026 untuk kategori Eksportir Produk Halal. Perusahaan tersebut telah mengekspor produknya ke 13 negara dan sebelumnya mengikuti Export Coaching Program (ECP) pada 2022 melalui Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) Provinsi Jawa Barat.
Penghargaan Primaniyarta merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perdagangan kepada eksportir, diaspora, dan kepala daerah yang berkontribusi dalam mendorong ekspor nonmigas serta memperluas akses pasar internasional.
Pada kesempatan yang sama, Disperindag Jabar menerima penghargaan sebagai Mitra Strategis Pendukung Program Pendampingan Ekspor dari Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kementerian Perdagangan RI.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas peran Disperindag Jabar dalam memfasilitasi, mengkurasi, dan mendampingi pelaku usaha agar dapat mengikuti program pengembangan ekspor, termasuk ECP. Pendampingan ini diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kesiapan produk dan kapasitas bisnis untuk bersaing di pasar global. (rls/hms)
