Lebih lanjut, Sakti menyoroti dampak jangka panjang dari peristiwa dugaan keracunan tersebut. Menurutnya, kerugian yang dialami anak-anak tidak hanya terbatas pada gangguan kesehatan fisik, tetapi juga memicu trauma psikologis yang mendalam. Rasa takut anak-anak untuk mengonsumsi makanan bantuan BGN dinilai dapat mengganggu stabilitas psikologis siswa di sekolah.
Di sisi lain, massa aksi makin menyayangkan alasan ketidakhadiran Ketua DPRD Kota Cirebon yang diinformasikan sedang menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Golkar. Aliansi menilai urusan partai politik seharusnya tidak menyampingkan kepentingan darurat masyarakat. Apabila tuntutan pernyataan tertulis bermaterai tidak dipenuhi hingga akhir pekan, Aliansi Masyarakat Cirebon memastikan akan melipatgandakan jumlah massa untuk menggelar aksi demonstrasi lanjutan pada Senin mendatang. (dbs/red)
