Kehadiran ini menjadi momentum penting bagi UMKM untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, pelaku usaha, mitra potensial, dan jejaring pasar yang lebih luas.
Pada Modest Fashion Exhibition, sebanyak 14 UMKM wastra dan fesyen Jawa Barat membuka _booth_ di area Lobby dan Cenderawasih JICC, yaitu Dama Kara, YASA, Neu Men, Boolao, Klambikoe, Fustan by Dots Indonesia, Bellahasura, Himeca Daily, Awgorgeousin, Kirapassa, Netaly, Jofan Design, Artikala, dan Anggia Handmade.
Enam di antaranya, yakni Jofan Design, Artikala, Klambikoe, Bellahasura, Fustan by Dots Indonesia, dan Boolao, juga tampil di panggung fashion show IN2MOTIONFEST x JMFW 2026. Selain itu, Mom Aiko Store turut mengikuti business matching modest fashion.
Baca Juga:Pemprov Jabar Hadirkan Hunian Layak bagi Masyarakat Ciamis melalui Program Poe IbuDidampingi Kuasa Hukum, Dokter Edi Jalani Pemeriksaan Maraton 9 Jam Terkait Tewasnya Sang Istri
Di sektor makanan dan minuman halal, Ciomy, D’Mamam, Imago, Sila Tea, dan Yammy Babeh hadir di area Halal Food B2B, sementara Alamme dan Madu NP hadir di area Halal Food B2C, Hall B JICC. Produk UMKM Jawa Barat juga dapat ditemukan di Gema Halal – Halal Mart, yaitu Ciomy, D’Mamam, Imago, MT Farm, Srinaga & Cancimen, Sunkrips, Palmute & Bee Polis, Nurul Iman, dan Sila Tea.
Adapun di area Jawara Ekspor, produk Imago, Sarkara Madu, dan Sila Tea mewakili kategori halal food, sedangkan Dama Kara, Kirapassa, dan Neu Men mewakili kategori modest fashion. Tidak ketinggalan, pesantren binaan Bank Indonesia Jawa Barat, yaitu Gerbang Santri (Air Berkah) dan Pondok Pesantren Darussyifa Al Fitra, turut ambil bagian dalam ISEF 2026.
Keterlibatan UMKM dan pesantren Jawa Barat pada ISEF 2026 merupakan bagian dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan berjenjang, mulai dari penguatan kapasitas usaha, kurasi produk, perluasan akses pasar, hingga perluasan akses pembiayaan syariah.
Di tengah ekosistem ekonomi syariah nasional, mereka tidak hanya menampilkan produk unggulan, tetapi juga membangun jejaring, menjajaki business matching, serta membuka peluang pasar dan kemitraan yang lebih luas.
Melalui kesinambungan pembinaan dari tingkat daerah hingga nasional, UMKM Jawa Barat diharapkan dapat naik kelas dan menjadi bagian penting dari rantai nilai halal nasional, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat “Kebaikan untuk Semua”. (rls/hms)
