Dirut PD Pembangunan Cirebon Respons Evaluasi Sekda, Targetkan Transformasi Badan Hukum Tuntas Tahun Depan

Dirut PD Pembangunan Cirebon Respons Evaluasi Sekda, Targetkan Transformasi Badan Hukum Tuntas Tahun Depan
Direktur PD Pembangunan, Rusdiyanto, S.H., M.H., menyatakan kesiapan lembaganya untuk melakukan pembenahan institusional secara menyeluruh demi menghadirkan perubahan yang nyata, Sabtu (17/10/2026).
0 Komentar

CIREBON — Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon memperketat pengawasan serta evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya fokus pada PD Pembangunan dan Perumda Farmasi Ciremai. Langkah tegas ini diambil guna menggenjot pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjelang berakhirnya triwulan keempat tahun 2026.

Di bawah kepemimpinan jajaran manajemen baru yang dilantik oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, pada 31 Juli 2026 lalu, pihak korporasi sebenarnya telah diberikan keleluasaan penuh (full authority). Kewenangan tersebut mencakup kebebasan untuk melakukan evaluasi mandiri secara internal, merumuskan peta jalan (roadmap) bisnis yang adaptif, hingga menyelesaikan berbagai persoalan pelik warisan masa lalu, seperti penanganan piutang bermasalah.

Kendati mengantongi keleluasaan operasional, Pemkot Cirebon menerapkan pengawasan ketat dengan masa transisi yang terukur. Pemerintah daerah menegaskan tidak akan segan-segan melakukan perombakan ulang apabila manajemen baru gagal menunjukkan progres serta perbaikan kinerja yang signifikan hingga batas waktu yang ditentukan.

Baca Juga:DPRD Cirebon Soroti Tiang dan Kabel Internet, Bidik Potensi PAD BaruDi Tengah Dinamika PHK, Pemprov Jabar Perkuat Perlindungan Pekerja dan Perluas Kesempatan Kerja

Menanggapi kebijakan pengawasan ketat tersebut, Direktur PD Pembangunan, Rusdiyanto, S.H., M.H., menyatakan kesiapan lembaganya untuk melakukan pembenahan institusional secara menyeluruh demi menghadirkan perubahan yang nyata.

“Kami pada dasarnya sangat optimis. Tolok ukur utama dari optimisme ini adalah target-target konkret yang telah kami petakan dan rancang secara sistematis,” ujar Rusdiyanto saat dihubungi Jabar Publisher, Sabtu (16/10/2026).

Rusdiyanto mengungkapkan, jajaran PD Pembangunan saat ini tengah menghadapi sejumlah tugas besar yang harus diselesaikan sesegera mungkin. Salah satu agenda prioritas utama yang sedang dikebut adalah proses transformasi bentuk badan hukum perusahaan yang dinilai krusial bagi masa depan korporasi.

“Tugas besar khusus untuk PD Pembangunan saat ini adalah menuntaskan proses perubahan bentuk badan hukum. Proses tersebut memang sudah berjalan cukup lama, dan saat ini kami sedang fokus melakukan inventarisasi aset secara menyeluruh. Insya Allah, seluruh tahapan ini ditargetkan selesai pada akhir Januari tahun depan,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan fundamental yang kuat merupakan harga mati sebelum melangkah ke tahap ekspansi atau perubahan struktural yang lebih luas. Ia menganalogikan proses pembenahan korporasi ini ibarat membangun sebuah bangunan bersejarah yang memerlukan ketelitian dan kesabaran tinggi.

0 Komentar