Di tengah proses penyidikan yang masih bergulir, kasus ini tak luput dari sorotan tajam serta berkembangnya berbagai spekulasi liar di media sosial. Sejumlah komentar dan unggahan dunia maya sempat menyudutkan Dokter Edi pasca-kejadian. Menanggapi hal tersebut, pihak kuasa hukum secara tegas membantah dan meminta masyarakat agar bijak serta tidak langsung mempercayai opini sepihak yang belum terbukti kebenarannya.
“Saya tegaskan bahwa apa yang berita-berita terutama di medsos yang berkembang itu, saya katakan itu adalah berita yang sangat menyudutkan dan itu berita bohong,” jelasnya.
Wiwik menyebutkan bahwa saat ini kondisi psikologis Dokter Edi masih terguncang dan mengalami trauma mendalam akibat kepergian sang istri tercinta secara mendadak. Untuk pemulihan mental dan fisik, Dokter Edi untuk sementara waktu tinggal bersama anaknya di Jakarta, jauh dari hiruk-pikuk pemberitaan lokal.
Baca Juga:Dirut PD Pembangunan Cirebon Respons Evaluasi Sekda, Targetkan Transformasi Badan Hukum Tuntas Tahun DepanDPRD Cirebon Soroti Tiang dan Kabel Internet, Bidik Potensi PAD Baru
“Karena kan masih ada trauma lah, ya. Namanya istri sendiri, ya. Jadi alhamdulillah kalau Pak Dokter keadaannya sehat, cuma ya memang ya baru mengalami musibah, ya. Pasti ada… ada syok kaya gitu,” katanya.Terkait aktivitas profesionalnya sebagai tenaga medis, pihak keluarga menyatakan bahwa sang dokter baru akan mempertimbangkan kembali praktik kedokterannya setelah kondisi kesehatan dan mentalnya benar-benar pulih.
Mengenai kemungkinan kembali membuka praktik, ia mengatakan hal itu akan bergantung pada kondisi Dokter Edi setelah menjalani masa pemulihan.
“Kalau kondisinya Pak Dokter sudah bisa pulih, ya bisa praktik lagi,” tandasnya.
Kendati tekanan publik di dunia maya cukup tinggi, pihak keluarga dan tim penasihat hukum tetap menyatakan keyakinan penuh terhadap profesionalisme aparat penegak hukum di Mapolresta Cirebon. Mereka menyerahkan sepenuhnya proses pendalaman materi perkara kepada penyidik Jatanras guna menguak tabir misteri di balik kematian Hj. Karningsih secara terang benderang.
“Kalau poin-poinnya, saya percayakan kepada penyidik di sini. Penyidik sudah cukup profesional, artinya saya yakin penyidik di Jatanras Polresta Cirebon bisa mengungkapkan. Saya yakin,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus menghimpun alat bukti dan keterangan lanjutan demi kepastian hukum atas insiden tersebut. (red/dbs)
