Oknum Dokter Spesialis di Cirebon Diduga Aniaya Perawat Usai Cinta Ditolak, Korban Nyaris Pingsan

Oknum Dokter Spesialis di Cirebon Diduga Aniaya Perawat Usai Cinta Ditolak, Korban Nyaris Pingsan
Seorang perawat wanita berinisial T (30), yang berasal dari Kabupaten Majalengka, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang dokter spesialis yang bertugas di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Cirebon.
0 Komentar

CIREBON — Aksi kekerasan di lingkungan fasilitas kesehatan kembali mencuat dan menuai keprihatinan publik. Seorang perawat wanita berinisial T (30), yang berasal dari Kabupaten Majalengka, diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh seorang dokter spesialis yang bertugas di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Cirebon. Insiden ini diduga kuat bermula dari sakit hati akibat penolakan cinta.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026), tatkala korban tengah sibuk menjalankan kewajiban profesionalnya sebagai tenaga medis di instansi tempatnya bekerja. Berdasarkan keterangan korban, konflik bermula ketika terlapor mendekatinya dan menyampaikan ketertarikan asmara yang kemudian ditolak secara baik-baik oleh korban.

Alih-alih bersikap profesional, oknum dokter spesialis tersebut justru tersulut emosi. Korban dipaksa meninggalkan area kerjanya untuk mengikuti terlapor menuju sebuah ruangan tertutup dan tidak terpakai yang terletak di area belakang tangga, dekat jalur lift rumah sakit.

Baca Juga:86 Rumah Sakit Perkuat Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jabar, Ini Daftarnya Gebrakan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Pimpin Operasi Serentak dari Jakarta, Makassar, hingga Medan

“Saya lagi kerja, tiba-tiba diajak sama dokter tersebut untuk ikut ke ruangan di belakang tangga dekat lift,” ujar korban saat memberikan kesaksian, Senin (12/10/2026).

Setibanya di ruang tersembunyi tersebut, situasi memanas secara cepat. Tanpa memberi ruang klarifikasi, terlapor langsung melampiaskan amarahnya dengan membentak, memaki, hingga melayangkan tamparan keras ke wajah korban. Kekerasan fisik tersebut berlanjut dengan hantaman telak pada bagian hidung korban hingga memicu pendarahan hebat. Akibat hantaman keras itu, korban mengaku sempat mengalami syok berat dan nyaris kehilangan kesadaran di lokasi kejadian.

“Saat mau kabur menggunakan lift, saya malah ketahuan. Saya langsung diseret kembali ke ruangan, lalu ditendang di bagian kepala sampai nyaris pingsan,” ungkap korban.

Di tengah kondisi fisik yang melemah dan kesadaran yang hampir hilang, korban mendapati celah ketika terlapor meninggalkan ruangan sejenak untuk mengambil tisu guna membersihkan darah. Momentum genting tersebut dimanfaatkan oleh korban untuk melarikan diri, menyelamatkan diri dari ancaman lanjutan, sekaligus mencari pertolongan medis serta perlindungan keamanan dari rekan sesama kerja. Korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tengah menangani kasus itu.

0 Komentar