Belum Ada Tersangka, Kasus Kematian Istri Dokter di Babakan Gebang Jadi Sorotan Warga

Belum Ada Tersangka, Kasus Kematian Istri Dokter di Babakan Gebang Jadi Sorotan Warga
Kuwu Babakan Gebang, Yeni Setiati, mengkritisi lambannya petugas Kepolisian dalam pengungkapan kasus teka-teki kematian Karningsih yang menggemparkan masyarakat beberapa waktu lalu, Sabtu (10/10/2026).
0 Komentar

CIREBON — Kasus kematian tragis Karningsih, istri seorang dokter di Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, hingga kini masih diselimuti misteri. Meski insiden berdarah tersebut telah berlalu lebih dari dua pekan sejak Kamis (23/9/2026), pihak kepolisian belum juga merilis atau menetapkan tersangka.

Lambannya penanganan kasus ini memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. Minimnya informasi resmi dari aparat penegak hukum justru menyuburkan spekulasi dan dugaan liar di tengah publik, termasuk cemoohan netizen di media sosial yang mulai meragukan kinerja kepolisian.

Upaya olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan sebenarnya telah melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Barat dan Mabes Polri melalui pendekatan scientific crime investigation pada Minggu (27/9/2026). Kendati demikian, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penyidikan, Polsek Babakan menyatakan bahwa kasus tersebut kini ditangani oleh Satreskrim Polresta Cirebon dan prosesnya masih terus berjalan.

Baca Juga:RSUD Waled Sambut Kunjungan Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Tegaskan Kesiapan Pelayanan ISPAKasus Pencabulan 10 Santriwati, Pimpinan Ponpes berinisial MHH di Bekasi Ditetapkan Tersangka

Kondisi gantung ini menyedot perhatian Pemerintah Desa Babakan Gebang. Kuwu Babakan Gebang, Yeni Setiati, mengaku kerap dicecar pertanyaan oleh warganya yang haus akan kejelasan. Ia menegaskan bahwa lambatnya pengungkapan kasus dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, terlebih lagi penyelidikan sudah melibatkan peralatan mutakhir dari Mabes Polri.

“Saya sebagai pemangku wilayah tentu berhak tahu dong dan mempertanyakan kejelasan kasus ini demi memberikan rasa aman kepada masyarakat, terlepas siapapun itu pelakunya, jangan sampai pelaku pembunuhan masih berkeliaran di sekitar kita,” ujar Yeni saat ditemui Jabar Publisher pada Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, jika kasus ini dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan dari pihak penyidik maka dampaknya akan menambah rasa ketidakpercayaan dari masyarakat terhadap instansi kepolisian.

“Kalau sampai tidak terungkap, bagaimana kita akan percaya dengan hukum? Padahal olah TKP sudah mendapatkan alat bukti yang cukup serta menurunkan alat super canggih dari Mabes Polri dan Polda. Siapapun pelakunya, harus dihukum berat,” ucapnya.

Yeni menambahkan, tingkat keberhasilan pengungkapan kasus berbasis scientific investigation mestinya dapat mendeteksi identitas pelaku secara lebih cepat. Ia mempertanyakan alasan di balik lamanya proses penanganan yang dinilai masyarakat terkesan diulur-ulur.

0 Komentar